
Anggota DPR/MPR RI, Anita Jacoba Gah, membekali ratusan pemuda gereja Kota Kupang dengan pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di ruang serbaguna gereja GMIT Kota Kupang, Sabtu (25/4).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam pemaparannya, Anita menegaskan pentingnya generasi muda memahami dan mengamalkan Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pemuda gereja memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi sosial yang dinilainya semakin memprihatinkan, mulai dari kesenjangan antara si kaya dan si miskin hingga praktik ketidakadilan dalam penegakan hukum.
Menurut Anita, derasnya arus informasi di era digital turut memperbesar potensi penyebaran hoaks dan paham yang memecah belah bangsa. Karena itu, pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadi benteng utama bagi generasi muda.
Ia juga menyinggung pentingnya peran iman dalam kehidupan anak muda, khususnya di lingkungan gereja. Menurutnya, tidak sedikit generasi muda yang mulai menjauh dari nilai-nilai spiritual dan lebih tergiur oleh hal-hal duniawi.
“Apakah kalian menggunakan pondasi iman dalam menjalani kehidupan? Jangan sampai hanya karena cinta atau hal duniawi, lalu meninggalkan nilai iman,” pesannya.
Selain itu, Anita mengajak kaum muda untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, termasuk hak atas pendidikan, pekerjaan, dan perlindungan hukum.
“Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Jika ada yang belum mendapatkan haknya, laporkan agar bisa diperjuangkan. Sampaikan kepada kami, akan kita bantu,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian melaporkan berbagai bentuk pelanggaran hukum, seperti kekerasan terhadap anak maupun ketidakadilan lainnya.
“Jangan sampai kita tidak tahu undang-undang. Kalau ada yang salah, harus dilaporkan. Negara menjamin hak hidup setiap warga,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dalam bentuk kelompok diikuti antusias para peserta. Mereka menyampaikan berbagai pertanyaan terkait toleransi, keberagaman, hingga peran pemuda dalam menjaga kerukunan antarumat beragama..
Anita berharap sosialisasi Empat Pilar terus dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau pemudanya kuat secara ideologi dan karakter, maka masa depan bangsa juga akan kuat,” pungkasnya. (cr6/dek)
( sumber : timexkupang.fajar.co.id )




