
Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili/2026 Masehi di Vihara Hok Lay Kiong berlangsung meriah dan sarat pesan persatuan. Kehadiran sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus anggota DPR RI, Herman Khaeron, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, semakin menegaskan kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya dan kerukunan antarumat beragama di Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Herman Khaeron menyatakan bahwa Kota Bekasi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga dan merawat toleransi di tengah keberagaman.
“Bekasi mewakili Indonesia yang menunjukkan bahwa kita adalah negara yang beragam namun tetap menjaga keharmonisan antar warga negara. Mudah-mudahan rukun dan persatuan warga Bekasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia, amin. Semoga wali kota Bekasi juga dapat terus menggelorakan nilai-nilai persatuan dari Kota Bekasi ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kirab budaya tahunan yang diselenggarakan di klenteng tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat toleransi dan mempererat hubungan antarwarga.
“Saya sebagai anggota DPR sekaligus warga Bekasi mengucapkan Gong Xi Fa Cai 2577. Semoga kita semua diberi keberkahan, rezeki yang melimpah, dan tetap hidup dalam rukun serta kedamaian,” pungkasnya.
Sementara itu, Tri Adhianto turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Cap Go Meh yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Terlebih, perayaan tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga panitia melakukan sejumlah penyesuaian sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
“Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. Yang luar biasa adalah bagaimana yayasan dapat menyesuaikan dan menghormati kondisi umat muslim yang sedang berpuasa,” kata Tri Adhianto.
Perayaan Cap Go Meh 2577 di Vihara Hok Lay Kiong kembali menegaskan komitmen Kota Bekasi sebagai ruang bersama yang menjunjung tinggi nilai persatuan, toleransi, dan harmoni dalam bingkai keberagaman.
Tradisi budaya yang dirawat secara konsisten ini tidak hanya menjadi agenda wisata budaya, tetapi juga simbol kuat kebersamaan masyarakat Bekasi.
( sumber : mahatva.id )




