DPR Desak Evaluasi Misi UNIFIL, Keselamatan Prajurit Harus jadi Prioritas

Rabu, 08 April 2026 10:15

anton ss (1)

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendesak pemerintah segera melakukan langkah konkret menyusul insiden ledakan yang kembali melukai prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Dalam peristiwa terbaru tersebut, tiga prajurit Indonesia dilaporkan terluka, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.

Anton menegaskan keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama, mengingat mereka menjalankan tugas kemanusiaan sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Atas kejadian yang menimpa prajurit kita, tentunya harus ada tindak lanjut segera untuk mengutamakan keselamatan prajurit TNI yang sedang menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon,” ujar Anton.

Anton pun mengecam keras serangan yang menyebabkan jatuhnya korban di kalangan pasukan perdamaian.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan prajurit, tetapi juga melanggar norma hukum internasional yang mengatur perlindungan terhadap pasukan non-kombatan.

Ia menekankan bahwa kehadiran TNI dalam misi UNIFIL bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata, melainkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian di kawasan.

“Pasukan Indonesia hadir bukan untuk berperang, melainkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian. Mereka adalah duta bangsa dalam misi kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anton menyatakan sejalan dengan pandangan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa situasi keamanan di wilayah penugasan UNIFIL yang semakin tidak kondusif harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap keberlanjutan misi, termasuk opsi pemindahan lokasi penugasan ke wilayah yang lebih aman hingga penghentian sementara operasi.

“Tindakan tegas sebagai bentuk pengutamaan keselamatan prajurit perlu segera dilakukan, seperti pemindahan lokasi penugasan atau penghentian sementara misi,” katanya. (Ykb)

( sumber : indonesiadefense.com )


Berita Lainnya

Nasional

Ibas: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Jadi Ruang Belajar Membentuk Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berbudaya

Nasional

Anggota Komisi XIII DPR: KSP Harus Aktif Jadi Mata dan Telinga Presiden Prabowo

Nasional

H.T. Ibrahim Tekankan Keadilan Restoratif, Komisi III DPR Soroti KUHAP dan Konflik Agraria di Aceh

Nasional

OASA-BIPI Jadi Mitra China Garap PSEL Tangsel, Anggota Komisi XII DPR Wanti-wanti Hal Ini

Nasional

Guntur Sasono Ingatkan Ancaman Serius Jika Kesiapsiagaan Bencana Tidak Diperkuat

Nasional

IBAS: JANGAN PERNAH MERASA KECIL, MAHASISWA KIP-K JADI INOVATOR DI SEKTOR ENERGI, PANGAN, DAN TEKNOLOGI

Nasional

Jangan Berhenti di Swasembada Beras, Legislator Sebut Ketahanan Pangan Harus Holistik dan Merata

Nasional

Ekonomi Biru Harus Tingkatkan Pendapatan, Ellen Esther Pelealu: Laut RI Luas, Dompet Nelayan Kecil

Berita: Nasional - Ibas: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Jadi Ruang Belajar Membentuk Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berbudaya •  Nasional - Anggota Komisi XIII DPR: KSP Harus Aktif Jadi Mata dan Telinga Presiden Prabowo •  Nasional - H.T. Ibrahim Tekankan Keadilan Restoratif, Komisi III DPR Soroti KUHAP dan Konflik Agraria di Aceh •  Nasional - OASA-BIPI Jadi Mitra China Garap PSEL Tangsel, Anggota Komisi XII DPR Wanti-wanti Hal Ini •  Nasional - Guntur Sasono Ingatkan Ancaman Serius Jika Kesiapsiagaan Bencana Tidak Diperkuat •  Nasional - IBAS: JANGAN PERNAH MERASA KECIL, MAHASISWA KIP-K JADI INOVATOR DI SEKTOR ENERGI, PANGAN, DAN TEKNOLOGI •  Nasional - Jangan Berhenti di Swasembada Beras, Legislator Sebut Ketahanan Pangan Harus Holistik dan Merata •  Nasional - Ekonomi Biru Harus Tingkatkan Pendapatan, Ellen Esther Pelealu: Laut RI Luas, Dompet Nelayan Kecil •