
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat Dede Yusuf meminta kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi dikurangi pemerintah.
Nantinya, kuota PPDB sistem zonasi dialihkan menjadi jalur prestasi.
Hal tersebut untuk menanggapi carut marutnya pelaksanaan PPDB sistem zonasi yang dinilai banyak kecurangan.
Masalah ini pun membuat adanya wacana PPDB sistem zonasi untuk dihapus.
Menurutnya, lembaga legislator sudah menerima banyak aduan terkait pelaksanaan PPDB sistem zonasi.
Karena itu, pengurangan kuota untuk PPDB sistem zonasi diharapkan dapat memperbaiki masalah ini.
"Nah, untuk memperbaiki itu salah satu bentuknya adalah jalur prestasi ditingkatkan, sehingga bukan zonasinya diperbanyak, tetapi prestasi, waktu itu sudah kita mintakan agar diperbaiki tetapi tidak tau ternyata masih sama," kata Dede Yusuf saat dikonfirmasi, Jumat (7/7/2023).
Dede menuturkan nantinya kuota PPDB jalur sistem zonasi yang kini mencapai 50 persen diturunkan menjadi 30 persen.
Nantinya, kuota jalur prestasi yang kini 30 persen bisa ditingkatkan dari pengurangan kuota PPDB sistem zonasi.
"Saat ini kan jalur zonasinya 50 persen, prestasinya hanya 30 persen, nah ke depan tentu mungkin jalur zonasinya bisa kita kurangi jadi 25 persen sehingga prestasinya jadi lebih banyak," jelasnya.
Karena itu, Dede mendumung agar Wali Kota atau Bupati yang menemukan kecurangan PPDB sistem zonasi untuk bisa melapor kepada DPR RI dan Kemendikbud RI.
"Kami butuh surat daripada bupati dan para wali kota agar kami bisa menyampaikan kepada pemerintah segera untuk mengubah sistim ini," pungkasnya.
( sumber : m.tribunnews.com )




