
Dalam rangka kegiatan Titik Reses BPJS Kesehatan Tahun 2026, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat menegaskan pentingnya penguatan semangat gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan nasional, khususnya bagi pelaku UMKM pada Jumat, 27 Februari 2026.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Ramadan adalah bulan yang mengajarkan nilai iman, kepedulian, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tercermin nyata dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
“BPJS adalah wujud nyata gotong royong bangsa. Yang sehat membantu yang sakit, yang kuat menopang yang lemah,” ujarnya.
Saat ini, lebih dari 260 juta rakyat Indonesia telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, menjadikannya salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia. Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama dalam hal kesadaran membayar iuran tepat waktu, pemahaman manfaat program, serta perlindungan bagi pekerja sektor informal.
Dalam kesempatan tersebut, perhatian khusus diberikan kepada pelaku UMKM, khususnya UMKM kue Lebaran yang menjadi penggerak ekonomi rakyat. Mereka dinilai berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, menjaga tradisi, dan menggerakkan roda perekonomian nasional.
Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum terlindungi jaminan kesehatan secara optimal.
“UMKM adalah lilin-lilin kecil yang menerangi Indonesia. BPJS adalah pelindung nyalanya,” tegasnya, mengutip semangat perjuangan Mohammad Hatta tentang pentingnya kekuatan desa dan rakyat kecil dalam membangun bangsa.
Ia menekankan bahwa solusi ke depan terletak pada sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BPJS, komunitas, dan pelaku usaha. Sosialisasi perlu diperkuat, proses pendaftaran harus dipermudah, serta kesadaran kolektif untuk disiplin membayar iuran harus terus dibangun.
Menurutnya, kesehatan bukanlah beban, melainkan investasi. Dalam semangat Ramadan yang mengajarkan kesabaran, kepedulian, dan persaudaraan, ia mengajak semua pihak memastikan tidak ada pelaku UMKM yang takut berobat dan tidak ada keluarga yang jatuh miskin karena sakit.
Ia juga menegaskan bahwa semangat gotong royong tersebut selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dalam Empat Pilar MPR RI yang menekankan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menutup sambutannya, Wakil Ketua MPR RI menyampaikan optimisme bahwa dengan gotong royong, Indonesia akan semakin sehat, UMKM semakin kuat, dan rakyat semakin sejahtera.
“Ramadan religi, menguatkan negeri. Sehat, aman, berdaya,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Madiun Wahyudyah Puspitasari serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat. Hadir pula perwakilan dari berbagai instansi daerah, antara lain Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo, perwakilan Dinas Industri, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Ponorogo, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi bersama para pelaku UMKM dan peserta BPJS Kesehatan dari wilayah Madiun Raya.
( sumber : fpd-dpr.com )




