Ibas, Wakil Ketua MPR RI Perkuat Diplomasi Kebangsaan bidang Infrastruktur dalam Pertemuan Strategis dengan Kementerian MOLIT Korea Selatan

Rabu, 29 April 2026 14:55

ibas dip 1

Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), bersama delegasi anggota MPR/DPR RI serta perwakilan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan melakukan pertemuan diplomasi kebangsaan dengan jajaran pimpinan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT). Delegasi Indonesia diterima langsung oleh Wakil Menteri Pertama MOLIT Kim Yi-tak, bersama jajaran pejabat strategis, termasuk Direktur Kebijakan Konstruksi Luar Negeri, pimpinan divisi pengembangan proyek, serta perwakilan Korea National Railroad Corporation.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pemerintah Korea Selatan, sekaligus menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Korea Selatan yang telah terjalin hampir lima dekade merupakan fondasi kuat untuk memperluas kerja sama strategis, khususnya di sektor infrastruktur dan transportasi.

“Indonesia hadir bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat dan mitra strategis yang ingin menyelaraskan masa depan bersama. Kami percaya pengalaman Korea Selatan dalam membangun infrastruktur visioner dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan Indonesia,” ujar Dr. Edhie Baskoro.

Wakil Dewan Penasihat KADIN tersebut menyoroti keberhasilan transformasi Seoul sebagai contoh global bagaimana pembangunan infrastruktur yang terencana mampu mendorong kemajuan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Indonesia pun berkomitmen untuk menghadirkan transformasi serupa melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan posisi strategis di jalur perdagangan dunia, Indonesia menawarkan peluang besar dalam pengembangan infrastruktur global. Investasi di Indonesia dinilai tidak hanya berdampak nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas rantai pasok dan perdagangan internasional, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Dari sisi demografi, Indonesia dengan populasi lebih dari 278 juta jiwa tengah memasuki fase bonus demografi. Kondisi ini menciptakan kebutuhan besar akan pembangunan infrastruktur, perumahan, energi, dan fasilitas publik yang memadai. Oleh karena itu, sinergi dengan Korea Selatan, khususnya melalui MOLIT, menjadi sangat penting dalam menjawab tantangan tersebut.

Dalam pertemuan ini juga ditegaskan bahwa Indonesia saat ini terus menjaga pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5 persen, dengan Produk Domestik Bruto mendekati USD 1,4 triliun. Namun demikian, efisiensi logistik masih menjadi fokus utama, mengingat biaya logistik yang mencapai sekitar 23 persen dari PDB.

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Komitmen ini tercermin dalam alokasi anggaran infrastruktur dalam APBN 2025 yang mencapai sekitar Rp400 triliun, serta pembentukan dana investasi strategis nasional.

Adapun prioritas pembangunan infrastruktur Indonesia periode 2025–2029 meliputi pembangunan konektivitas jalan nasional, ketahanan air dan pangan, penyediaan perumahan terjangkau, akses air bersih dan sanitasi, serta pembangunan ‘Smart Cities’ sebagai kota masa depan yang hijau dan cerdas.

Dalam konteks ini, Indonesia secara terbuka mengundang Korea Selatan untuk berperan tidak hanya sebagai kontraktor, tetapi juga sebagai mitra investasi strategis dalam berbagai sektor, antara lain pengembangan kota pintar, infrastruktur hijau, transport-oriented development (TOD), serta teknologi konstruksi canggih dan tahan gempa.

Selain itu, Indonesia juga telah melakukan berbagai reformasi kebijakan, termasuk di bidang pertanahan dan kepemilikan asing, guna memberikan kepastian hukum dan meningkatkan daya tarik investasi.

Pertemuan ini juga menghasilkan pertukaran pengetahuan strategis, antara lain terkait pengembangan smart city berbasis living lab, penerapan intelligent transport systems (ITS), teknologi infrastruktur ramah lingkungan seperti warm mix asphalt, hingga penggunaan artificial intelligence dalam manajemen transportasi dan pemantauan infrastruktur.

Menutup pertemuan, Ibas menegaskan bahwa kerja sama Indonesia–Korea Selatan harus menghasilkan dampak nyata. “Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kesepakatan di atas kertas, tetapi terwujud dalam proyek nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri MOLIT, Kim Ei-Tak, memperkenalkan sistem dukungan pengembangan investasi Korea dan K-City Network, sebuah proyek kerja sama smart city di luar negeri. Ia menyatakan bahwa melalui pertemuan ini, Korea Selatan berharap dapat memperkuat kerangka kerja sama di bidang infrastruktur transportasi berkelanjutan, smart city, dan Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) untuk lahan, infrastruktur, dan transportasi, serta memperluas pertukaran antara kedua negara.

Secara khusus, kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, di mana perusahaan-perusahaan Korea sedang bersiap untuk berpartisipasi, dan pembangunan Smart City Center di IKN yang sedang diupayakan melalui Bantuan Pembangunan Resmi (ODA).

Turut mendampingi Ibas dalam kunjungan ini sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat dari berbagai komisi di DPR RI, yakni H. Anton Sukartono Suratto, M.Si. (Komisi I), Rinto Subekti, S.E., M.M. (Komisi XIII), Dina Lorenza, S.IP. (Komisi VII), Dra. Lucy Kurniasari (Komisi IX), Bramantyo Suwondo, M.MIR (Komisi X), Rizki Aulia Rahman Natakusumah (Komisi I), Wastam, S.E., S.H., M.H. (Komisi V), H. Muhammad Lokot Nasution, S.T. (Komisi V), serta Dr. Sartono, S.E., M.M. (Komisi XII).

Sementara itu, dari pihak Ministry of Land Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan, pertemuan dihadiri oleh Kim Ei-Tak selaku First Vice Minister, serta jajaran pejabat yang membidangi kebijakan dan dukungan konstruksi luar negeri, termasuk Lee Hye-sun, Lee Hyun-young, Han Chang-min, dan Won Byung-chul, serta didukung oleh penasihat dan penerjemah Yun Da-hee. Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat diplomasi kebangsaan Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi kemitraan strategis yang lebih luas dan berkelanjutan antara Indonesia dan Korea Selatan di sektor infrastruktur dan transportasi.

( sumber : fpd-dpr.com )


Berita Lainnya

Nasional

Hadiri Sosialisasi KUR, Faujia Helga Soroti Pentingnya Pembiayaan Inklusif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Nasional

Kolaborasi dengan Komisi V DPR RI Faujia Helga Br Tampubolon, Corneles Sagrim : Program Cipta Karya Menyasar Langsung Kebutuhan Warga

Nasional

Diplomasi Kebangsaan Ke KSIF, Ibas Dorong Perkuat Kerjasama Indonesia Korea Selatan Dalam Bahasa, Budaya, dan Generasi Muda

Nasional

Kecelakaan KA Argo dan KRL, Anggota DPR RI Mulyadi: Kita Harus Tegas Tutup Perlintasan Sebidang

Nasional

Harga Batu Bara dan Nikel Meroket, Legislator Dorong Penerapan Windfall Tax Demi Perkuat Fiskal

Nasional

Kuliah Umum di SNU, Ibas Tekankan Pentingnya Sinergi Kreativitas Generasi Muda

Nasional

Ibas tegaskan kemitraan strategis dan diplomasi parlemen dengan Korsel

Nasional

Semangat DOB Luwu Toraja Terus Menguat, Frederik Kalalembang : Jangan Ragu, Perkuat Pariwisata dan PAD

Berita: Nasional - Hadiri Sosialisasi KUR, Faujia Helga Soroti Pentingnya Pembiayaan Inklusif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah •  Nasional - Kolaborasi dengan Komisi V DPR RI Faujia Helga Br Tampubolon, Corneles Sagrim : Program Cipta Karya Menyasar Langsung Kebutuhan Warga •  Nasional - Diplomasi Kebangsaan Ke KSIF, Ibas Dorong Perkuat Kerjasama Indonesia Korea Selatan Dalam Bahasa, Budaya, dan Generasi Muda •  Nasional - Kecelakaan KA Argo dan KRL, Anggota DPR RI Mulyadi: Kita Harus Tegas Tutup Perlintasan Sebidang •  Nasional - Harga Batu Bara dan Nikel Meroket, Legislator Dorong Penerapan Windfall Tax Demi Perkuat Fiskal •  Nasional - Kuliah Umum di SNU, Ibas Tekankan Pentingnya Sinergi Kreativitas Generasi Muda •  Nasional - Ibas tegaskan kemitraan strategis dan diplomasi parlemen dengan Korsel •  Nasional - Semangat DOB Luwu Toraja Terus Menguat, Frederik Kalalembang : Jangan Ragu, Perkuat Pariwisata dan PAD •