Komisi II Dorong Kemudahan dan Pendampingan Penyaluran Kredit Pelaku Usaha di Daerah

Jumat, 03 April 2026 09:29

batik kuning

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyoroti perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat dalam hal pemberian kredit, khususnya pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau masih menjadi persoalan klasik di daerah. Kondisi ini mendorong banyak pedagang kecil lebih memilih meminjam kepada rentenir, meski harus menanggung bunga tinggi yang berisiko menjerat mereka dalam lingkaran utang berkepanjangan.

Dede mengungkapkan bahwa bank daerah sebenarnya menghadapi keterbatasan dalam menurunkan suku bunga pinjaman. Hal ini disebabkan oleh regulasi dari Bank Indonesia yang menetapkan batas minimum bunga, sehingga ruang fleksibilitas bank menjadi terbatas.

“Masyarakat tentu berharap bunga pinjaman lebih ringan, tetapi bank juga terikat aturan. Ini yang perlu dicarikan jalan keluar bersama,” ujarnya, dalam kunjungan kerja spesifik ke Bank Sumut di Medan, dikutip Kamis (2/4/2026).
.
Namun demikian, ia menekankan bahwa solusi tidak bisa hanya bertumpu pada penurunan bunga. Tanpa pendampingan dan pelatihan, banyak pelaku usaha berisiko tidak mampu mengelola pinjaman secara efektif.

“Kalau hanya diberi kredit tanpa pendampingan, dana bisa habis tanpa meningkatkan usaha. Di sinilah pentingnya pengawalan,” tambahnya.

Di lapangan, kemudahan akses menjadi faktor utama masyarakat lebih memilih rentenir. Proses pencairan cepat dan persyaratan sederhana dinilai lebih praktis dibandingkan prosedur perbankan yang relatif ketat.

Karena itu, Komisi II DPR RI mendorong Bank Sumut dan para pemangku kebijakan untuk menghadirkan solusi yang lebih komprehensif. Tidak hanya melalui skema bunga yang lebih ramah, tetapi juga lewat program pendampingan usaha, pelatihan manajemen keuangan, serta pengawasan penggunaan kredit.

Langkah ini, lanjutnya, dinilai penting agar pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan tanpa terjebak dalam jerat utang. (dil)

( sumber : indoposco.id )


Berita Lainnya

Nasional

Ibas Apresiasi Peran GGGI dalam Mendorong Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Lingkungan: Peran Indonesia dan Pemimpin Dunia Sangat Penting

Nasional

Kebijakan Penurunan Tarif Impor LPG Dinilai Tidak Akan Menyelesaikan Akar Permasalahan Utama

Nasional

Nurwayah Apresiasi Gerakan 1.000 Pendonor Darah di WTC Mangga Dua

Nasional

4 WNI Disandera Perompak di Somalia, Waka Komisi I Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan

Nasional

Hadiri LCC Empat Pilar, Nurwayah Dorong Generasi Muda Terus Berprestasi

Nasional

Silaturahmi ke DPRK Aceh Besar, H.T. Ibrahim Bahas Usulan DOB Seuramoe Aceh

Nasional

Seratus Pelaku UMKM Ikut Bimtek Pembuatan Kosmetik dan Skincare Berbahan Organik

Nasional

Hadiri Sosialisasi KUR, Faujia Helga Soroti Pentingnya Pembiayaan Inklusif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Berita: Nasional - Ibas Apresiasi Peran GGGI dalam Mendorong Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Lingkungan: Peran Indonesia dan Pemimpin Dunia Sangat Penting •  Nasional - Kebijakan Penurunan Tarif Impor LPG Dinilai Tidak Akan Menyelesaikan Akar Permasalahan Utama •  Nasional - Nurwayah Apresiasi Gerakan 1.000 Pendonor Darah di WTC Mangga Dua •  Nasional - 4 WNI Disandera Perompak di Somalia, Waka Komisi I Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan •  Nasional - Hadiri LCC Empat Pilar, Nurwayah Dorong Generasi Muda Terus Berprestasi •  Nasional - Silaturahmi ke DPRK Aceh Besar, H.T. Ibrahim Bahas Usulan DOB Seuramoe Aceh •  Nasional - Seratus Pelaku UMKM Ikut Bimtek Pembuatan Kosmetik dan Skincare Berbahan Organik •  Nasional - Hadiri Sosialisasi KUR, Faujia Helga Soroti Pentingnya Pembiayaan Inklusif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah •