
Komisi IV DPR RI mendorong percepatan penghentian impor bawang putih dan menargetkan kemandirian pangan nasional bisa dicapai lebih cepat dari rencana pemerintah. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Ellen Esther Pelealu, saat kunjungan kerja spesifik ke fasilitas perbenihan bawang putih dan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Kementan) di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4).
Ellen menegaskan bahwa bawang putih merupakan kebutuhan pokok harian masyarakat yang seharusnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Ia menilai target Kementerian Pertanian untuk mencapai swasembada pada 2029 masih terlalu lama.
“Impor bawang putih harus dihentikan secepatnya. Komisi IV mendorong target yang lebih cepat, karena bawang putih adalah kebutuhan wajib di setiap rumah tangga,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV juga mendorong BRMP untuk meningkatkan produksi benih unggul, tidak hanya untuk bawang putih, tetapi juga komoditas strategis lain seperti kentang. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor yang selama ini rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan pasokan global.
Selain peningkatan produksi, DPR berkomitmen mengawal penambahan anggaran bagi BRMP. Dukungan anggaran ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pertanian, modernisasi teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perbenihan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius DPR dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional. Dengan produksi dalam negeri yang kuat, diharapkan stabilitas harga bawang putih dapat terjaga dan masyarakat tidak lagi dibayangi ketergantungan pada impor.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa percepatan kemandirian pangan menjadi agenda prioritas yang akan terus dikawal oleh DPR RI.
( sumber : fpd-dpr.com )




