Luncurkan Buku, Hinca Panjaitan: Perizinan di Sektor Migas Masih Jadi Hambatan Besar

Jumat, 01 Agustus 2025 08:26 0

buku hinca

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, meluncurkan buku berjudul “Investigasi Belantara Izin di Hulu Migas: Kolaborasi Sebagai Kunci Menuju Swasembada Energi,” Jumat (29/8/2025).

Hinca menjelaskan buku tersebut lahir dari hasil investigasi dan refleksi dirinya selama menjalankan fungsi pengawasan sebagai anggota DPR, khususnya terkait penegakan hukum di sektor energi.

Ia menilai persoalan perizinan di sektor minyak dan gas (migas) masih menjadi hambatan besar yang harus segera dibenahi.

 

“Investigasi itu penting dilakukan setiap anggota dewan, baik saat reses maupun dalam berbagai kesempatan. Buku ini adalah catatan pikiran saya tentang belantara izin migas yang begitu rumit dan berbelit,” kata Hinca usai peluncuran buku di Kompleks Parlemen, Senayan.

Hinca menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto dalam isi bukunya. Ia mendorong agar Presiden berani mengambil langkah tegas untuk membuka jalan reformasi di sektor energi, terutama terkait perizinan migas yang selama ini menjadi hambatan investasi.

 

“Pesan saya, Pak Prabowo teruslah berjalan di depan, memimpin, dan mendobrak belantara izin yang berbelit-belit. Undang-undang Migas yang sedang dibahas DPR bisa menjadi salah satu solusi. Buku ini adalah dorongan agar Presiden tetap punya spirit memperbaiki tata kelola migas kita,” ujarnya.

Selain isi buku, ilustrasi sampul yang menampilkan sosok mirip Presiden Prabowo juga menjadi perhatian. Gambar itu digambarkan sedang berjalan menuju sebuah pintu dengan api menyala, dikelilingi tumpukan dokumen perizinan yang kompleks.

Hinca menyebut ilustrasi itu simbol dari harapan agar Presiden berani memimpin perubahan di tengah belantara izin migas yang menghambat pembangunan energi nasional.

Saya mengambil gambar dari belakang karena dia saya lihat sedang berjalan keras ke depan dan kita mendorong. Itu pesan investigasi ini dan itu kolaborasi,” jelas Hinca.

Peluncuran buku ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. Ia menilai, terbitnya buku Hinca bertepatan dengan momentum tepat, yaitu pembahasan revisi Undang-Undang Migas di parlemen.

“Isu yang diangkat Bang Hinca sangat relevan. Saat ini kita memang tengah mengurai persoalan perizinan migas yang terlalu kompleks, yang membuat investor enggan menanamkan modal,” kata Eddy.

“Padahal, kebutuhan kita terhadap migas masih tinggi, baik untuk bahan bakar maupun bahan baku industri,” jelasnya.

Menurutnya, meski Indonesia sedang melakukan transisi energi menuju energi terbarukan, migas tetap akan dibutuhkan untuk menopang hilirisasi besar-besaran di sektor industri.

“Karenanya, revisi UU Migas menjadi krusial dan harus segera dipercepat,” tukas Eddy. (ndi)

( sumber : realitarakyat.com )


Berita Lainnya

Nasional

Benny K. Harman Desak PPATK Bongkar Kasus Besar dan Aliran Dana Politik

Nasional

Hinca Pandjaitan Soroti Dugaan Skandal Emas Rp. 992 Triliun: “Ini Bukan Sekadar Tambang Ilegal, Ini Negara Bayangan!”

Nasional

Konsisten Berdayakan Nelayan, Herman Khaeron Raih Penghargaan Anugerah INDOPOSCO

Nasional

Harga MinyaKita Masih Melenceng, Demokrat Nilai Kredibilitas Kebijakan Pangan Pemerintah Dipertaruhkan

Nasional

Refleksi Milad ke-79 HMI, Ibas: Jadilah Bagian dalam Demokrasi Partisipatif untuk Indonesia yang Lebih Baik

Nasional

Nurwayah Sampaikan Aspirasi Serikat Pekerja DKB, Minta Dirut Definitif demi Kepastian Kebijakan dan Kesejahteraan

Nasional

Zulfikar Hamonangan Dorong Pembatasan Produk Online: UMKM dan Pedagang Kecil Terancam Mati

Nasional

Benny Harman Cecar PPATK Soal Mandulnya Penegakkan Hukum Kasus Pencucian Uang di Indonesia

Berita: Nasional - Benny K. Harman Desak PPATK Bongkar Kasus Besar dan Aliran Dana Politik •  Nasional - Hinca Pandjaitan Soroti Dugaan Skandal Emas Rp. 992 Triliun: “Ini Bukan Sekadar Tambang Ilegal, Ini Negara Bayangan!” •  Nasional - Konsisten Berdayakan Nelayan, Herman Khaeron Raih Penghargaan Anugerah INDOPOSCO •  Nasional - Harga MinyaKita Masih Melenceng, Demokrat Nilai Kredibilitas Kebijakan Pangan Pemerintah Dipertaruhkan •  Nasional - Refleksi Milad ke-79 HMI, Ibas: Jadilah Bagian dalam Demokrasi Partisipatif untuk Indonesia yang Lebih Baik •  Nasional - Nurwayah Sampaikan Aspirasi Serikat Pekerja DKB, Minta Dirut Definitif demi Kepastian Kebijakan dan Kesejahteraan •  Nasional - Zulfikar Hamonangan Dorong Pembatasan Produk Online: UMKM dan Pedagang Kecil Terancam Mati •  Nasional - Benny Harman Cecar PPATK Soal Mandulnya Penegakkan Hukum Kasus Pencucian Uang di Indonesia •