
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono melaksanakan Reses dengan fokus penguatan akses pendidikan bagi anak-anak penerima Program Indonesia Pintar (PIP), Sabtu (28/2/26).
Kegiatan yang mengusung tema “Ramadan Religi, Menguatkan Negeri – Pendidikan untuk Semua: Anak Hebat, Indonesia Kuat” ini dirangkaikan dengan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI dan dihadiri para orang tua serta siswa penerima manfaat PIP di wilayah Ponorogo.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum pendidikan jiwa dan pembentukan karakter.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih disiplin, tanggung jawab, dan daya juang. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.
Ia mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan adalah proses menuntun segala kodrat yang ada pada anak. Setiap anak, menurutnya, memiliki potensi dan masa depan yang harus dijaga bersama.
Saat ini, lebih dari 20 juta siswa di Indonesia menerima manfaat PIP sebagai bentuk komitmen negara agar tidak ada anak putus sekolah karena alasan ekonomi. Namun demikian, tantangan masih ada, mulai dari angka putus sekolah di sejumlah daerah, kesenjangan akses digital, hingga tekanan ekonomi keluarga.
Lulusan Doktor (S3) dari IPB University tersebut menekankan bahwa bantuan PIP bukan sekadar bantuan seragam atau buku, tetapi investasi masa depan.
“Dana ini adalah amanah. Harus tepat sasaran, tepat guna, tanpa potongan, dan tanpa penyalahgunaan. Kita semua wajib mengawalnya,” ujarnya.
Ia mendorong sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam memastikan pemanfaatan PIP berjalan optimal. Sekolah harus aktif membina, orang tua mendampingi dengan penuh perhatian, dan pemerintah hadir dalam pengawasan.
Kepada para siswa, ia berpesan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, serta mengisi Ramadan dengan ilmu dan akhlak.
“Jika satu anak berhasil, satu keluarga akan terang. Jika banyak anak berhasil, Indonesia akan gemilang.”
Edhie Baskoro turut membuka ruang dialog dengan para tenaga pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan daerah untuk menyerap berbagai aspirasi di lapangan. Aditya Mahendra, Kepala Sekolah SD di Ponorogo, menyampaikan kekhawatiran terkait implementasi Permendikdas Nomor 7 Tahun 2025 yang membatasi masa jabatan kepala sekolah maksimal dua periode, karena dinilai berpotensi menambah kekosongan pimpinan sekolah di tengah masih banyaknya SD yang kekurangan kepala sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Sahudi, menyoroti persoalan kesejahteraan guru, khususnya tenaga PPPK paruh waktu, rendahnya minat guru menjadi kepala sekolah akibat keterbatasan tunjangan, kebutuhan perluasan penerima Program Indonesia Pintar (PIP), serta pentingnya peningkatan bantuan revitalisasi gedung sekolah yang mengalami kerusakan cukup signifikan.
Menanggapi hal tersebut, Edhie Baskoro menegaskan bahwa pemerataan dan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas nasional dengan memastikan anggaran pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan fasilitas, akses belajar, dan kesejahteraan tenaga pendidik. Ia menyatakan seluruh aspirasi akan ditampung dan diperkuat dengan data lapangan untuk diperjuangkan di tingkat pusat agar kebijakan pendidikan dapat menyesuaikan kebutuhan riil setiap daerah serta mampu melahirkan generasi unggul yang mendorong percepatan pembangunan nasional.
Menutup sambutannya, beliau menyampaikan optimisme bahwa dengan semangat Ramadan, dukungan orang tua, dan kerja keras anak-anak, cita-cita pendidikan untuk semua dapat terwujud.
Kegiatan audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Magetan Dr. Pangajoman, M.Sc., serta diikuti para penerima Program Indonesia Pintar, orang tua wali murid, Kelompok Studi Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Ngawi, dan Magetan, bersama jajaran Dinas Pendidikan yang berdiskusi mengenai penguatan akses pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pembangunan ekosistem pendidikan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Reses pendidikan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan berdaya saing.
( sumber : fpd-dpr.com )




