
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menegaskan pentingnya optimalisasi kemitraan UMKM dalam rantai pasok event MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama komunitas perempuan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, serta pengembang daerah pariwisata dalam rangka sosialisasi dan Reses Ramadan 2026.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tersebut mengusung tema “Optimalisasi Kemitraan UMKM dalam Rantai Pasok Event MICE di Jawa Timur” dengan subtema “Perempuan Tangguh, Ekonomi Kreatif Bertumbuh”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi peran perempuan dalam penguatan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Ibas menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah ritual, melainkan sekolah karakter.
“Puasa melatih disiplin. Puasa membentuk integritas. Puasa menguatkan solidaritas. Nilai-nilai inilah yang juga dibutuhkan dalam membangun ekonomi yang sehat dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perempuan merupakan pilar bangsa sekaligus kekuatan ekonomi nasional. Data menunjukkan lebih dari 64 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Artinya, penguatan UMKM tidak bisa dilepaskan dari penguatan peran perempuan.
Menurut Ibas, sektor pariwisata dan MICE di Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi. Namun, rantai pasok event MICE masih perlu diperkuat agar lebih banyak melibatkan UMKM lokal, khususnya pelaku ekonomi kreatif perempuan.
“Event MICE jangan hanya menggerakkan hotel dan venue besar. UMKM kuliner, kriya, fesyen, jasa kreatif, hingga desa wisata harus masuk dalam rantai pasoknya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, mulai dari rendahnya literasi digital, keterbatasan akses pembiayaan, kapasitas SDM, hingga persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem yang berdampak pada kualitas generasi penerus.
Mengutip pesan Raden Ajeng Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Ibas menegaskan bahwa perubahan dimulai dari kesadaran, keberanian, dan pendidikan.
Sebagai Wakil Ketua MPR RI, Ibas menyatakan komitmennya untuk mengawal sejumlah agenda strategis, antara lain:
• Penguatan akses modal dan pelatihan kewirausahaan bagi UMKM perempuan
• Digitalisasi usaha dan perluasan akses pemasaran
• Pengembangan komunitas pariwisata dan desa wisata berbasis ekonomi kreatif
• Edukasi literasi digital bagi pelaku usaha
• Penguatan nilai Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi kebangsaan
Ia menekankan bahwa kemitraan menjadi kata kunci.
“UMKM harus terhubung dengan event organizer, hotel, pemerintah daerah, dan pelaku industri MICE. Ekosistem harus dibangun. Rantai pasok harus adil dan inklusif,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan berdaya bukan hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu memberdayakan keluarga dan lingkungan sekitar.
“Jika perempuan kuat, keluarga kuat. Jika keluarga kuat, bangsa ini kuat,” katanya.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, Edhie Baskoro Yudhoyono menyerap aspirasi pelaku UMKM perempuan, mulai dari kebutuhan penguatan pemasaran dan pendampingan usaha yang disampaikan Deby dari Madiun, yang menyampaikan harapan akses pengembangan usaha dan investor untuk pengembangan UMKM. Ada pula Tati asal Magetan, yang menyampaikan keinginan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok kegiatan berskala besar.
Menanggapi hal tersebut, Ibas menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan berkelanjutan, perluasan akses pasar, serta kebijakan yang membuka ruang lebih adil bagi pelaku usaha kecil agar tidak kalah bersaing dengan industri besar. Menurutnya, UMKM dengan karakter dan identitas khas Indonesia merupakan kekuatan ekonomi nasional yang harus diperkuat agar mampu menembus pasar global sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan audiensi ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magetan Dr. Pangajoman, M.Sc., Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Kabupaten Ngawi Agus Wibowo, S.STP., M.Si., Kepala Bidang Fasilitasi dan Pendampingan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi dan Pameran Kementerian Pariwisata Aryanti Prima Restu, serta narasumber dari asosiasi pelaku usaha sekaligus Owner Elok Craft, Elok Fauzia, yang bersama sama mendorong penguatan ekosistem UMKM daerah.
Melalui momentum Ramadan, Ibas berharap sinergi antara organisasi perempuan, komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku industri dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif dan menjadikan Jawa Timur sebagai pusat MICE yang inklusif dan berbasis kekuatan lokal.
“Kita kuatkan iman. Kita kuatkan perempuan. Kita kuatkan UMKM. Kita kuatkan negeri,” tutupnya
( sumber : fpd-dpr.com )




