Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi terus meng-update perkembangan revisi UU Pemilu. Harapannya masyarakat ikut aktif terlibat dalam diskusi yang mendalam.
“Kita masih terus belanja masalah. Ada banyak opsi dan sisi kontroversi dari setiap bahasan yang muncul ke publik,” ujar Dede Yusuf saat Sosialisasi UU Pemilu di Baleendah, Kabupaten Bandung (6/2/2026).
Di acara reses tersebut hadir para tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Tampak juga dua anggota DPRD. Yakni Saeful Bachri (DPRD Provinsi) dan M. Hailuki (wakil ketua DPRD Kabupaten Bandung).
“Kita membuka selebar-lebarnya pintu pembahasan revisi UU Pemilu termasuk soal pilkada langsung atau oleh DPRD. Kita akan tampung untuk nanti dibahas resmi di Komisi II,” ucap wakil rakyat dari dapil Jabar II ini.

Di kesempatan tersebut, Dede Yusuf menyinggung soal partai politik peserta pemilu. Bisa saja jumlah parpol yang ikut pemilu jadi bertambah. “Di situlah juga nanti akan dibahas persyaratan dan kriteria partai yang lolos dan boleh ikut pemilu,” tandas wakil gubernur Jabar periode 2008-2013 ini.
Tak kalah serunya, papar politikus senior Partai Demokrat ini, adalah soal ambang batas parlemen (parliament threshold). Pemilu 2024 masih mengacu empat persen kursi DPR RI.
“Ada yang mengusulkan diturunkan jadi dua persen. Ada yang usul tetap empat persen. Ada juga partai yang minta tujuh persen di samping ada yang berharap nol persen saja seperti president threshold,” kata Dede Yusuf.
Doktor administrasi publik jebolan Unpad ini menyebut semua diskursus adalah positif. Semua usulan pasti ada dasar teori dan argumentasinya. “Pada saatnya nanti DPR bersama pemerintah akan memutuskan dari pilihan-pilihan tersebut,” tegasnya.
Kepada peserta sosialisasi, Dede Yusuf berpesan agar aktif mendengarkan aspirasi masyarakat. Pada saatnya masukan tersebut bisa disampaikan melalui wakil-wakil rakyat di dapilnya masing-masing.

“Dekati dan dengarkan suara kebatinan yang ada di lapisan bawah masyarakat. Potret lalu bawa aspirasi tersebut misalnya ke rumah aspirasi saya di dapil ini, ke Imah Rancage,” tandas wakil ketua umum Partai Demokrat ini.
Usai sosialisasi UU Pemilu dilanjutkan buka puasa bersama. Hal itu untuk makin mendekatkan antara wakil rakyat dengan konstituen di daerah pemilihan. (adb).
( sumber : lensabandung.com )




