Rizki Natakusumah Fraksi Demokrat: Asumsi Makro Ekonomi 2022 Harus Dievaluasi

Selasa, 29 Agustus 2023 13:47

pak rizky

Rizki Aulia Rahman Natakusumah, anggota DPR RI mewakili Fraksi Partai Demokrat (FPD), telah mengungkapkan sejumlah poin kritis mengenai pandangan fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2022 dalam pengaruhnya terhadap indikator makro perekonomian Indonesia Tahun 2022.

Dalam penyampaiannya, Fraksi Partai Demokrat menyoroti terutama realisasi asumsi makro ekonomi Indonesia dan memberikan catatan penting untuk dipertimbangkan oleh Pemerintah.

Salah satu fokus perhatian Fraksi Partai Demokrat adalah kualitas pertumbuhan ekonomi. Rizki Natakusumah menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan.

Angka kemiskinan pada September 2022 hanya turun sebanyak 0,1 persen dibandingkan dengan September 2021, yakni dari 9,7 persen menjadi 9,6 persen. Rizki mengungkapkan pandangannya ini dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2023-2024 yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Fraksi Demokrat juga menyoroti dampak tingginya tingkat inflasi pada tahun 2022 terhadap meningkatnya angka kemiskinan pada bulan September 2022. Angka kemiskinan melonjak hingga mencapai 26,36 juta jiwa, meningkat sebanyak 0,2 juta jiwa dibandingkan Maret 2022.

Rizki Natakusumah mengkritik bahwa program bantuan sosial yang didasarkan pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya membantu sebagian kecil masyarakat miskin dan rentan miskin, sementara sebagian lainnya tetap berisiko menjadi miskin.

Fraksi Partai Demokrat juga mengingatkan tentang capaian APBN 2022 dan mendorong alokasi anggaran untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional. Mereka menekankan pentingnya perubahan dalam penyaluran subsidi dari pendekatan berbasis komoditi menjadi berbasis penerima, agar subsidi dapat lebih tepat sasaran.

Dalam laporannya terhadap neraca per 31 Desember 2022, Fraksi Partai Demokrat menekankan perlunya optimalisasi revaluasi atas barang milik negara guna menjaga keberlanjutan fiskal pemerintah di masa depan.

Mereka juga menyoroti peningkatan kewajiban pada tahun 2022, yang sebagian besar berasal dari penerbitan surat berharga negara. Fraksi ini memperingatkan bahwa peningkatan yang tidak terkendali pada kewajiban ini dapat mengancam stabilitas keuangan pemerintah di masa mendatang.

Menyinggung program PC-PEN yang berakhir pada tahun 2022, Fraksi Partai Demokrat menyatakan bahwa dalam menghadapi perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global, program perlindungan sosial harus ditingkatkan untuk memperkuat kesejahteraan sosial, mengatasi kemiskinan, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Terakhir, Fraksi Partai Demokrat memberikan catatan kritis terhadap realisasi asumsi makro perekonomian Indonesia pada tahun 2022. Mereka menggarisbawahi perlunya menyelesaikan disparitas ekonomi antarwilayah yang masih tinggi dan memaksimalkan program perlindungan sosial untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat serta dunia usaha dalam menghadapi ketidakpastian global.

Dalam kesimpulannya, Fraksi Partai Demokrat mengajukan permintaan kepada Pemerintah untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan anggaran tahun 2023 dan penyusunan anggaran tahun 2024. Tujuan dari permintaan ini adalah untuk memastikan bahwa pengeluaran pemerintah dilakukan secara efektif dan efisien demi kesejahteraan rakyat.(Kml)

( sumber : suaranusantara.com )


Berita Lainnya

Nasional

Ibas Apresiasi Peran GGGI dalam Mendorong Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Lingkungan: Peran Indonesia dan Pemimpin Dunia Sangat Penting

Nasional

Kebijakan Penurunan Tarif Impor LPG Dinilai Tidak Akan Menyelesaikan Akar Permasalahan Utama

Nasional

Nurwayah Apresiasi Gerakan 1.000 Pendonor Darah di WTC Mangga Dua

Nasional

4 WNI Disandera Perompak di Somalia, Waka Komisi I Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan

Nasional

Hadiri LCC Empat Pilar, Nurwayah Dorong Generasi Muda Terus Berprestasi

Nasional

Silaturahmi ke DPRK Aceh Besar, H.T. Ibrahim Bahas Usulan DOB Seuramoe Aceh

Nasional

Seratus Pelaku UMKM Ikut Bimtek Pembuatan Kosmetik dan Skincare Berbahan Organik

Nasional

Hadiri Sosialisasi KUR, Faujia Helga Soroti Pentingnya Pembiayaan Inklusif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Berita: Nasional - Ibas Apresiasi Peran GGGI dalam Mendorong Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Lingkungan: Peran Indonesia dan Pemimpin Dunia Sangat Penting •  Nasional - Kebijakan Penurunan Tarif Impor LPG Dinilai Tidak Akan Menyelesaikan Akar Permasalahan Utama •  Nasional - Nurwayah Apresiasi Gerakan 1.000 Pendonor Darah di WTC Mangga Dua •  Nasional - 4 WNI Disandera Perompak di Somalia, Waka Komisi I Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan •  Nasional - Hadiri LCC Empat Pilar, Nurwayah Dorong Generasi Muda Terus Berprestasi •  Nasional - Silaturahmi ke DPRK Aceh Besar, H.T. Ibrahim Bahas Usulan DOB Seuramoe Aceh •  Nasional - Seratus Pelaku UMKM Ikut Bimtek Pembuatan Kosmetik dan Skincare Berbahan Organik •  Nasional - Hadiri Sosialisasi KUR, Faujia Helga Soroti Pentingnya Pembiayaan Inklusif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah •