Teror Pelemparan Gereja dan Rumah Warga di Palopo, Frederik Kalalembang: Pelaku Harus Segera Ditangkap, Jangan Biarkan Rasa Takut Menguasai Masyarakat

Rabu, 04 Maret 2026 15:43

bom 1

Rasa gelisah dan ketakutan kini menyelimuti warga di Desa Lappo, Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Aksi teror berupa pelemparan terhadap rumah ibadah dan rumah warga kembali terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 00.30 Wita dini hari. Peristiwa ini menambah keresahan masyarakat karena aksi serupa disebut telah berlangsung cukup lama dan terus berulang.

Serangan terakhir menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah jabatan (rujab) pendeta serta bagian depan bangunan. Rumah tersebut berada di area Gereja Toraja Jemaat Sion Lappo. Warga menyebut pelaku melempari bangunan dengan batu dari arah wilayah sekitar Lebang hingga menyebabkan kerusakan yang membuat jemaat semakin merasa tidak aman.

Teror Berulang, Diduga Dilakukan Kelompok Remaja hingga Dewasa

Pendeta Sardelyn yang dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut mengatakan bahwa aksi pelemparan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Menurutnya, gangguan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kerap menimbulkan kerusakan di lingkungan gereja dan rumah warga.

“Sudah lama terjadi. Dari dulu memang sering ada pelemparan, diduga dilakukan oleh kelompok remaja sampai orang dewasa. Biasanya saling baku lempar dari arah Lebang sehingga merusak dan membuat warga risih,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selain batu, pelaku bahkan menggunakan botol berisi bahan bakar yang menyerupai bom molotov dengan sumbu dan api. Beruntung api tidak sempat membesar karena segera dipadamkan sehingga tidak menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

Pendeta Sardelyn mengaku belum mengetahui secara pasti motif di balik aksi tersebut. Namun ia menduga ada ketidaksenangan dari pihak tertentu terhadap warga di sekitar lokasi gereja.

Polisi Amankan Barang Bukti Bom Molotov dan Batu

Usai kejadian yang terjadi sekitar pukul 00.30 Wita itu, pihak gereja langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Palopo pada subuh hari. Tak lama berselang, aparat kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi, di antaranya batu yang digunakan untuk melempar serta botol berisi bahan bakar yang diduga merupakan bom molotov. Meski demikian, warga mengaku masih diliputi kecemasan karena kejadian serupa telah berulang kali terjadi meskipun laporan telah beberapa kali disampaikan kepada pihak berwajib.

Frederik Kalalembang: Jangan Biarkan Masyarakat Takut di Rumah Sendiri

Menanggapi laporan masyarakat dari wilayah daerah pemilihannya, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang langsung berkoordinasi dengan Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma, S.H., S.I.K., M.M. untuk meminta penanganan serius atas peristiwa tersebut.

Frederik menegaskan bahwa aksi teror terhadap rumah ibadah dan rumah warga tidak boleh dibiarkan terus berulang. Ia menyebut kejadian ini sudah sangat serius karena menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“Ini sudah sering terjadi dan sudah beberapa kali dilaporkan ke Polres. Bahkan kemarin dilaporkan, tetapi malamnya masih terjadi lagi pelemparan. Saya sudah komunikasi langsung dengan Kapolres agar kasus ini segera dilidik dan pelakunya ditangkap,” tegas Frederik.

Ia juga menyampaikan bahwa menurut informasi dari pihak gereja, sebenarnya sudah ada nama yang dicurigai sebagai pelaku dan telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

“Ini tidak bisa dianggap sepele. Rumah jemaat dirusakkan bahkan dibakar menggunakan bom molotov. Kalau tidak segera ditindak, masyarakat bisa merasa tidak aman di rumahnya sendiri. Ini berbahaya karena bisa memicu saling curiga dan masyarakat bisa diadu domba,” ujarnya.

Frederik menegaskan aparat harus segera mengungkap pelaku dan memastikan keamanan warga. Menurutnya negara tidak boleh kalah oleh aksi teror yang mengganggu ketenangan masyarakat dan merusak kehidupan sosial di lingkungan tersebut. (*)

( sumber : lintasterkini.com )


Berita Lainnya

Nasional

Ibas Apresiasi Peran GGGI dalam Mendorong Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Lingkungan: Peran Indonesia dan Pemimpin Dunia Sangat Penting

Nasional

Kebijakan Penurunan Tarif Impor LPG Dinilai Tidak Akan Menyelesaikan Akar Permasalahan Utama

Nasional

Nurwayah Apresiasi Gerakan 1.000 Pendonor Darah di WTC Mangga Dua

Nasional

4 WNI Disandera Perompak di Somalia, Waka Komisi I Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan

Nasional

Hadiri LCC Empat Pilar, Nurwayah Dorong Generasi Muda Terus Berprestasi

Nasional

Silaturahmi ke DPRK Aceh Besar, H.T. Ibrahim Bahas Usulan DOB Seuramoe Aceh

Nasional

Seratus Pelaku UMKM Ikut Bimtek Pembuatan Kosmetik dan Skincare Berbahan Organik

Nasional

Hadiri Sosialisasi KUR, Faujia Helga Soroti Pentingnya Pembiayaan Inklusif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Berita: Nasional - Ibas Apresiasi Peran GGGI dalam Mendorong Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Lingkungan: Peran Indonesia dan Pemimpin Dunia Sangat Penting •  Nasional - Kebijakan Penurunan Tarif Impor LPG Dinilai Tidak Akan Menyelesaikan Akar Permasalahan Utama •  Nasional - Nurwayah Apresiasi Gerakan 1.000 Pendonor Darah di WTC Mangga Dua •  Nasional - 4 WNI Disandera Perompak di Somalia, Waka Komisi I Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan •  Nasional - Hadiri LCC Empat Pilar, Nurwayah Dorong Generasi Muda Terus Berprestasi •  Nasional - Silaturahmi ke DPRK Aceh Besar, H.T. Ibrahim Bahas Usulan DOB Seuramoe Aceh •  Nasional - Seratus Pelaku UMKM Ikut Bimtek Pembuatan Kosmetik dan Skincare Berbahan Organik •  Nasional - Hadiri Sosialisasi KUR, Faujia Helga Soroti Pentingnya Pembiayaan Inklusif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah •