Atasi Dampak Krisis Global dan Melamahnya Rupiah Marwan Cik Asan Jokowi Harus Perkuat Koordinasi

Selasa, 25 Agustus 2015 00:00

fraksidemokrat.org—Jakarta. Menghadapi tekanan krisis ekonomi global, Presiden Jokowi sebaiknya bersinergi dengan pemimpin-pemimpin dunia, terutama Negara-negara ASEAN. ‘’Indonesia tidak bisa berdiri sendiri menghadapi krisis ini. Kita butuh teman, harus bersama Negara lain, bersinergi karena semua saling terkait,’’ kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan.

Saran ini, kata anggota dewan dari Fraksi Demokrat ini, juga sudah sangat jelas disampaikan Presiden ke-6 dan Ketua Umum Partai Deokrat Soesilo Bambang Yudhoyono. Selain inisiatif untuk bersinergi dengan para pemimpin Negara lain, di dalam negeri, penguatan koordinasi antar lembaga terkait juga sangat mendesak.

‘’Presiden harus memperkuat koordinasi dan memberikan perintah yang jelas, solutif  kepada jajaran tim ekonomi pemerintah. Dalam hal ini, termasuk juga berkomunikasi secara itensif dengan dunia usaha, media, Bank Indonesia, OJK dan LPS dan Pemerintah Daerah,’’ kata Marwan.

Marwan mencatat, memang ada negara-negara mengalami kesulitan yang sama dengan Indonesia. Tapi juga tak sedikit negara yang tingkat pelemahan mata uangnya tidak separah Indonesia, meski dengan asumsi yang sama: menerima dampak krisis global.

‘’Kita harus lihat negara yang relatif mampu menjaga kestabilannya, atau tidak terlalu merosot. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak. Apakah persoalan kita ada pada koordinasi antar stakeholder? Saya percaya kita bisa mengatasi ini, asal kompak dan mau rajin duduk bersama memikirkan solusinya. Kalau sudah matang solusi dan konsep kebijakannya segera laksanakan,’’ tutur Marwan.

Bagaimanapun, menurut Marwan, melemahnya rupiah hingga angka Rp 14.000 per dolar AS dan terus tekoreksinya IHSG membuat kekhawatiran yang besar di tengah masyarakat. Meskipun para otoritas moneter, fiskal dan perbankan menyatakan kondisi kita masih aman,  namun kondisi ini berbeda dengan tahun 1998 dan 2008 dimana pelemahan rupiah saat itu dinikmati kalangan grass root dengan kenaikan harga komoditas.

‘’Sementara saat ini, justru kalang bawah yang paling menderita karena harga sembako tinggi, sementara nilai komoditas rakyat turun,’’ kata Marwan yang juga Ketua DPP Partai Demokrat. (***/ foto: saibumi.com)


Berita Lainnya

Nasional

Fraksi Partai Demokrat bersama Relawan Laskar Muda Zulfikar Suhardi Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil kepada Masyarakat

Nasional

Gerakan Pangan Murah Tekan Pengeluaran Warga Jelang Lebaran

Nasional

Reses di Mamuju, Anggota DPR RI Zulfikar Suhardi Serap Aspirasi dan Bagikan Sembako

Nasional

Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPR RI Muh Zulfikar Suhardi Gelar Reses di Kasiwa

Nasional

Perkuat Diplomasi Parlemen dan Partisipasi Masyarakat, BKSAP Dukung Aksesi Indonesia ke OECD

Nasional

H.T. Ibrahim Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Pada Acara Sosialisasi Empat Pilar

Nasional

Zulfikar : Geopolitik Global Pengaruhi Fluktuasi Harga Pupuk di Indonesia

Nasional

Tenteng RUU Adminduk ke Unpad, Dede Yusuf Buka Konsultasi Publik Bareng Akademisi

Berita: Nasional - Fraksi Partai Demokrat bersama Relawan Laskar Muda Zulfikar Suhardi Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil kepada Masyarakat •  Nasional - Gerakan Pangan Murah Tekan Pengeluaran Warga Jelang Lebaran •  Nasional - Reses di Mamuju, Anggota DPR RI Zulfikar Suhardi Serap Aspirasi dan Bagikan Sembako •  Nasional - Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPR RI Muh Zulfikar Suhardi Gelar Reses di Kasiwa •  Nasional - Perkuat Diplomasi Parlemen dan Partisipasi Masyarakat, BKSAP Dukung Aksesi Indonesia ke OECD •  Nasional - H.T. Ibrahim Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Pada Acara Sosialisasi Empat Pilar •  Nasional - Zulfikar : Geopolitik Global Pengaruhi Fluktuasi Harga Pupuk di Indonesia •  Nasional - Tenteng RUU Adminduk ke Unpad, Dede Yusuf Buka Konsultasi Publik Bareng Akademisi •