fraksidemokrat.org. Jakarta. Karena semakin serius dan selalu berulang, pemerintah diminta tegas dan mengerahkan berbagai cara untuk menangani masalah pembakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap di Kalimantan dan Sumatera. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Demokrat Khatibul Umam Wiranu secara khusus meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)‎ mengusut tuntas pelaku pembakaran hutan di Sumatera.
‘’Kebakatan hutan ini dampaknya gak main-main. Seriuslah menanganinya, baik pemerintah pusat maupun daerah. Hemat saya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang merupakan mitra komisi VIII DPR RI harus menangani dengan seksama,’’ kata Khatibul di Jakarta (6/09/2015).
Sementara Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek untuk rapat dengar pendapat (RDP) terkait masalah yang sama. Menurut Dede, Menkes harus membuat langkah pasti, terutama dalam kesiapan rumah sakit karantina untuk korban kabut asap.
‘’Jika satu tempat kejadian perkaran, ribuan, bahkan jutaan warga kena bahaya asap, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan hanya lakukan pemberian masker, tapi ngga ada karantina. Untuk itu dalam waktu dekat kami akan panggil Menkes agar menyiapkan program action plan tepat,’’ kata Dede.
‘’Kami juga akan membantu menkes dalam pembuatan rumah sakit karantina bencana nanti,’’ kata Dede di kantor Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (6/9).
Ditambakan, rumah sakit tersebut nantinya bisa membantu warga yang terkena gangguan saluran pernapasan akibat kabut asap kebakaran lahan yang sering terjadi hutan Kalimantan dan Sumatera. (tim media/ sumber: antara/ tribunnews.com/ republika.co.id)
Â




