Kerap Mengalami Kenaikan Signifikan, Pemerintah Usulkan Penyaluran Program Minyakita Melalui BUMN Herman Khaeron: Biar Negara Lebih Mudah Mengontrol

Selasa, 21 April 2026 09:12

herman rm

Minyak goreng rakyat atau Minyakita merupakan program subsidi Pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa harganya kerap mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Selain itu, terkadang juga terjadi kelangkaan stok.

Terbaru, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional. Hasilnya, harga Minyakita ditemukan tidak sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

Untuk mengendalikan kondisi tersebut, Amran mengusulkan agar penyaluran Minyakita melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 60 hingga 100 persen. Sementara itu, saat ini penugasan penyaluran Minyakita melalui BUMN masih sebesar 35 persen, berdasarkan kebijakan dari Kementerian Perdagangan.

"Ke depan, kami sudah koordinasi dengan Pak Mendag. Ini kan 30 persen. Kalau bisa ke depan kita naikkan lagi, apakah 60 persen ke BUMN atau 100 persen. Aku lihat situasinya nanti, biar mudah dikontrol. Kalau ada kenaikan harga, ya sudah BUMN yang bertanggung jawab," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Amran meminta pedagang tidak menaikkan harga jual Minyakita. Hal ini sebagai respons terhadap potensi kenaikan harga minyak seiring dengan meningkatnya harga plastik.

"Jangan dinaikkanlah (harga Minyakita). Kan ada kenaikan harga plastik. Saudaraku, sahabatku, Bapak/Ibu (produsen plastik) kan sudah lama berbisnis. Pertanyaanku, untung tidak selama ini berbisnis? Kalau masih bertahan sampai sekarang, berarti untung, kan?" jelasnya.

Usulan Menteri Amran menuai perdebatan di media sosial. Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, sangat mendukung jika penyaluran Minyakita melalui BUMN. Baginya, banyak manfaat jika 100 persen penyaluran Minyakita dilakukan lewat BUMN. "Biar negara lebih mudah mengontrol," ujar Herman.

Pandangan berbeda diungkapkan Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto. Menurutnya, penyaluran Minyakita lebih baik melalui koperasi desa. "Lebih efektif dan teruji," sarannya.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pandangan Herman Khaeron mengenai usulan agar Minyakita disalurkan oleh BUMN, berikut petikan wawancaranya.

APA pendapat Anda tentang usulan Menteri Amran agar penyaluran Minyakita melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN)?

Saya setuju. Minyakita merupakan minyak penugasan Pemerintah yang bertujuan mengintervensi harga agar terjangkau bagi masyarakat. Karena sifatnya subsidi, penyalurannya sebaiknya melalui BUMN agar lebih terkontrol.

Mengapa Anda mendukung penyaluran melalui BUMN?

Karena ini adalah program subsidi dengan harga yang ditetapkan Pemerintah. Jika disalurkan oleh BUMN, pengawasannya lebih mudah, potensi penyimpangan bisa ditekan, dan manfaatnya juga kembali ke negara.

Bagaimana dengan usulan penyaluran hingga 100 persen melalui BUMN?

Itu tergantung kebijakan Pemerintah. Tidak harus diatur dalam undang-undang. Pemerintah dapat menentukan apakah 100 persen atau sebagian, sesuai kebutuhan.

Apakah kebijakan ini terkait temuan harga Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET)?

Betul. Di lapangan ditemukan harga yang melebihi HET, bahkan ada kemungkinan takaran yang tidak sesuai. Hal ini menjadi dasar perlunya penguatan pengawasan distribusi.

Apa kelebihan penyaluran Minyakita melalui BUMN?

Negara dapat lebih mudah mengontrol distribusi dan harga. Jika terjadi kelangkaan atau kenaikan harga di suatu wilayah, Pemerintah dapat segera melakukan intervensi dan stabilisasi.

Apakah masyarakat akan merasakan manfaat langsung?

Ya, masyarakat akan mendapatkan harga sesuai dengan yang ditetapkan Pemerintah sehingga lebih terjangkau.

Bagaimana peran DPR dalam kebijakan ini?

DPR menyetujui pada level kebijakan umum, terutama saat kondisi minyak goreng langka dan mahal. Namun, pelaksanaan teknis seperti distribusi menjadi domain Pemerintah. REN

( sumber : rm.id )


Berita Lainnya

Nasional

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Legislator Dorong Pemerintah Tekan Dampak ke Daya Beli Masyarakat

Nasional

Dede Yusuf: Selamat Milangkala Kabupaten Bandung, Terus Bergerak dan Membangun

Nasional

Di MK, Hinca Panjaitan: Terlapor Tidak Perlu Diberi Bukti Laporan, Bisa Ganggu Penyelidikan

Nasional

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Sultra, Monitoring Pelaksanaan KUHP dan KUHAP Terbaru

Nasional

Herman Khaeron: KWP Award Pelecut Anggota DPR RI Bekerja Lebih Baik

Nasional

Dorong Ekspor Durian, DPR RI Ellen Esther Minta Penambahan Kuota Bibit untuk Petani Sultenginta penambahan kuota bibit untuk petani sulteng

Nasional

Ibas Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Desa

Nasional

Komisi IX DPR: Pembelian Motor dan Kaos Kaki BGN Hamburkan Anggaran Negara

Berita: Nasional - Harga BBM Nonsubsidi Naik, Legislator Dorong Pemerintah Tekan Dampak ke Daya Beli Masyarakat •  Nasional - Dede Yusuf: Selamat Milangkala Kabupaten Bandung, Terus Bergerak dan Membangun •  Nasional - Di MK, Hinca Panjaitan: Terlapor Tidak Perlu Diberi Bukti Laporan, Bisa Ganggu Penyelidikan •  Nasional - Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Sultra, Monitoring Pelaksanaan KUHP dan KUHAP Terbaru •  Nasional - Herman Khaeron: KWP Award Pelecut Anggota DPR RI Bekerja Lebih Baik •  Nasional - Dorong Ekspor Durian, DPR RI Ellen Esther Minta Penambahan Kuota Bibit untuk Petani Sultenginta penambahan kuota bibit untuk petani sulteng •  Nasional - Ibas Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Desa •  Nasional - Komisi IX DPR: Pembelian Motor dan Kaos Kaki BGN Hamburkan Anggaran Negara •