Meski seringkali ‘dicitrakan’ kurang bekerja maksimal, kesibukan dewan di masa-masa sidang seringkali terasa begitu padat. Dan tak semua isu atau pembahasan masalah di gedung MPR/DPR menjadi berita heboh atau populer di media sosial. Tapi semua masalah, harus dihadapi dengan cara yang sama: serius dan memperhatikan kemasalahatan orang banyak.
Senin (24/08) misalnya, Komisi X DPR RI memulai aktivitas masa sidang dengan melakukan rapat internal terkait hasil laporan kunjungan kerja keluar negeri pada masa reses lalu. Kemudian rangkaian agenda yang padat pun satu per satu mulai dilaksanakan, di ruang sidang Komisi X DPR RI, di Senayan, Jakarta.
‘’Apapun masalah masyarakat maupun pemerintahan yang harus dibahas, kita bahas dengan mengerahkan tenaga dan pikiran sepenuhnya. Kalau sudah masuk ruang, tak ada masalah besar atau kecil,’’ demikian dikatakan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat, Jefritson Riwu Kore.
Senin (24/8) sore kemarin misalnya, Jefri dan kawan-kawan masih belum meningalkan ruang rapat meski lelah sudah mulai menyapa. Masih ada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Al Munawwarah, Medan. UISU merupakan kampus tertua di Kota Medan, Sumatera Utara yang belakangan kisruh karena ada dualisme klaim kepemimpinan antara Yayasan Almunawwarah dan Yayasan Al Manar. Konflik di kampus yang berdiri sejak 1952 itu, sudah menyeruak setidaknya sejak tahun 2014 lalu. Ini jelas merugikan proses penyelenggaran pendidikan di kampus.
‘’Saya sendiri memandang, masalah ini harus diselesaikan dengan cara-cara kekeluargaan, jika sudah tidak bisa lagi ya kita terpaksa harus mengupayakan jalur hukum. Semua pihak, harusnya concern pada pendidikannya, peserta didik dan kepentingan yang lebih besar. Jangan mengedepankan ego dan orientasi bisnis atau apapun namanya. Ini lembaga pendidikan,’’ kata Jefri.
Jefri juga menekankan, permasalahan ini diselesaikan dengan tuntas dan cepat mengingat banyaknya pihak-pihak yang dirugikan. ‘’Komisi X DPR RI juga akan mendorong Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ristek Dikti untuk mencari jalan keluar terbaik untuk semua pihak,’’ tutup Jefri. (Noe/Tim Media)




