SBY Mari Berjuang Sekuat Tenaga

Rabu, 09 September 2015 00:00

‘’Manusia arif, artinya juga partai politik yang arif, adalah dia yang bisa mengambil hikmah dari peristiwa dan pengalamannya. Manusia dan parpol yang cerdas, menjadikan pengalamannya untuk memperbaiki dan mengembangkan diri di masa depan.’’

Dengan tekanan yang mantap, kalimat-kalimat runtut ini disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan sambutan pada HUT Partai Demokrat yang diselenggarakan Fraksi Partai Demokrat di ruang KK II Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta (09/09/2015). Menurut SBY, itulah yang dilakukan dan harus terus dilakukan Partai Demokrat dan para kadernya di manapun posisi mereka saat ini. Konteks kalimat ini, menyambung pernyataan obyektif SBY tentang usia, pencapaian dan dinamika pasang surut Demokrat sebagai sebuah partai politik.

‘’Alhamdulillah Partai Demokrat berusia 14 tahun. Usia ini, sangat muda. Sementara tantangan juga tak mudah. Karena itu, kita harus membangun diri, meningkatkan infrastruktur, kultur dan kemampuan para kader di seluruh Tanah Air untuk memaksimalkan kerja pengabdian kepada bangsa,’’ tutur SBY yang hari itu hadir bersama Hj Ani Yudhoyono.

Sebelumnya, Pak SBY dan Bu Ani, didamping Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Sekretaris FPD Didik Mukrianto, para pimpinan dan anggota FPD meninjau sekretariat FPD di Lantai 9 Gedung Nusantara I. Dari sana, Presiden Keenam juga meninjau pameran foto dan display Mitra Sehati di selasar Gedung Nusantara II.

Dalam pidato ini, SBY kemudian juga menegaskan bahwa Demokrat berkomitmen untuk terus tumbuh semakin baik, demi bangsa. ‘’14 tahun lalu, 9 September 2001 kita lahir. Partai Demokrat telah melampui banyak ujian. Adakalanya matahari terang, adakalanya mendung menggantung. Kita pernah mengalami pasang surut. Kita pernah menang besar dalam Pemilu 2009. Pemilu 2014 kita kalah. Tentu, kita mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman ini untuk menjadi partai besar,’’ tuturnya.

SBY juga menegaskan agenda dan tugas anggota Partai Demokrat di seluruh tanah Air dan di berbagai arena tugas, baik di eksekutif—Bupati/Wakil Bupati, Gubernur/ Wakil Gubernur—di Legislatif dan di pos-pos lain dalam pengabdian mereka. ‘’Saya akan sampaikan dan tegaskan 4 agenda dan tugas tersebut. Pertama, berjuanglah sekuat tenaga dengan perjuangan politik yang baik untuk memenangkan Pilkada mendatang dan Pemilu 2019. Kita menangkan Pilkada, Pemilu Legislatif hingga Pemilu Presiden dan Wakil Presiden,’’ tegas Pak SBY.

Untuk itu, tutur Presiden Keenam yang dikenal dengan politik santun dan tutur kata sistematik ini, Partai Demokrat dan seluruh jajaran harus melanjutkan upaya berbenah diri. ‘’Ujian yang datang, adalah bukti kecintaan Allah SWT. Kita diingatkan bahwa kita masih harus berbenah diri, membangun diri dan meningkatkan diri,’’ katanya.

Di titik ini juga dikatakan, seluruh kader Demokrat baik dieksekutif, yudikatif, legislatif dan di pos-pos lain di jajaran pemerintahan, harus peduli dan memberi solusi. Garis politik PD tegas, kata SBY. Hubungan dengan pemerintah, juga sangat tegas. ‘’Posisi kita di tengah-tengah. Benar-benar menjadi penyeimbang. Ada yang bilang, kok tidak sekalian memihak ke pemerintahan atau di luar. Saya katakan, dulu dalam perang dingin Indonesia adalah penggagas Negara-negara Non Blok. Itu tidak menjadikan Indonesia tidak tegas,’’ demikian SBY.

 Menjadi pengagas dan anggota Non Blok adalah pilihan. Maka menjadi partai penyeimbang juga pilihan tegas dan pasti. Menurut SBY, jika ada kebijakan dan program pemerintah yang baik, sepenuhnya didukung. Tapi jika keliru, ‘’Kita kritis. Kita sampaikan saran dengan memberikan solusi. Dengan menjadi penyeimbang, kita bisa lebih independen, sehingga bisa menyampaikan apapun yang baik dengan terang,’’ tegas SBY lagi. Ditambahkan, terkait hubungan dengan pemerintah, juga jelas. Bahwa kader PD yang berada di eksekutif wajib membantu pemerintah.

‘’Kemudian ini yang keempat untuk seluruh kader Demokrat. Utamanya yang berada di daerah, atau anggota Fraksi terkait dengan daerahnya, wajib membantu rakyat mengatasi kesulitan kehidupan akibat masalah perekonomian dewasa ini. Bupati, Gubernur, DPRD, atau jajaran partai di daerah yang hari bersama masyarakat agar melakukan tindakan konkret, berusaha sekuat tenaga membantu masyarakat melewati krisis, mencegah krisis, kenaikan harga dan dampak-dampak lainnya,’’ kata SBY. (tim media)


Berita Lainnya

Nasional

Fraksi Partai Demokrat bersama Relawan Laskar Muda Zulfikar Suhardi Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil kepada Masyarakat

Nasional

Gerakan Pangan Murah Tekan Pengeluaran Warga Jelang Lebaran

Nasional

Reses di Mamuju, Anggota DPR RI Zulfikar Suhardi Serap Aspirasi dan Bagikan Sembako

Nasional

Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPR RI Muh Zulfikar Suhardi Gelar Reses di Kasiwa

Nasional

Perkuat Diplomasi Parlemen dan Partisipasi Masyarakat, BKSAP Dukung Aksesi Indonesia ke OECD

Nasional

H.T. Ibrahim Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Pada Acara Sosialisasi Empat Pilar

Nasional

Zulfikar : Geopolitik Global Pengaruhi Fluktuasi Harga Pupuk di Indonesia

Nasional

Tenteng RUU Adminduk ke Unpad, Dede Yusuf Buka Konsultasi Publik Bareng Akademisi

Berita: Nasional - Fraksi Partai Demokrat bersama Relawan Laskar Muda Zulfikar Suhardi Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil kepada Masyarakat •  Nasional - Gerakan Pangan Murah Tekan Pengeluaran Warga Jelang Lebaran •  Nasional - Reses di Mamuju, Anggota DPR RI Zulfikar Suhardi Serap Aspirasi dan Bagikan Sembako •  Nasional - Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPR RI Muh Zulfikar Suhardi Gelar Reses di Kasiwa •  Nasional - Perkuat Diplomasi Parlemen dan Partisipasi Masyarakat, BKSAP Dukung Aksesi Indonesia ke OECD •  Nasional - H.T. Ibrahim Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Pada Acara Sosialisasi Empat Pilar •  Nasional - Zulfikar : Geopolitik Global Pengaruhi Fluktuasi Harga Pupuk di Indonesia •  Nasional - Tenteng RUU Adminduk ke Unpad, Dede Yusuf Buka Konsultasi Publik Bareng Akademisi •