
Seorang pengusaha asal Toraja bernama Erwanto Lino yang membawa 48 ekor kerbau telah tertahan selama dua pekan di Surabaya, Jawa Timur. Ia tertahan oleh pihak Karantina setempat.
Frederik mengatakan, ia siap menyelidiki kasus 48 ekor kerbau milik Erwanto Lino yang tertahan di Karantina Surabaya.
"Jadi kejadiannya begini, kerbau sebanyak 48 ekor ini kami beli dari Mentawai Sumatera Barat disertai surat karantina. Di Surabaya, penyeberangan kerbau ke Sulawesi Barat tidak diperbolehkan dengan berbagai alasan. Padahal kami sudah mengantongi surat karantina" kata Erwanto via handphone kepada Pedoman Media, Rabu 11 Februari 2026.
Menurut Erwanto, ia harus mengeluarkan Rp25 juta untuk mendapatkan surat karantina bagi 48 ekor kerbau.
"Saya bayar di karantina Rp25 juta dengan harapan proses bisa lebih lancar dan sampai di Toraja. Ternyata kami dipersulit di Surabaya," keluh Erwanto.
"Kerbau kami tertahan di Surabaya sudah 2 minggu. Kerugian kami cukup besar. Tiap hari kami beli rumput untuk makanan kerbau," ungkap Erwanto.
Dengan demikian, Erwanto berharap agar keluhan ini didengar Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Pak presiden, dengarkan keluhan kami. Kami rakyat kecil. Kami sudah bayar ke negara Rp25 juta melalui karantina, namun usaha kami masih dipersulit di Surabaya," terang Erwanto.
( sumber : pedoman.media )




