Soal Pengusaha Tator Tertahan di Karantina Surabaya, Frederik akan Koordinasi Kapolda Jatim

Sabtu, 14 Februari 2026 19:42

fk jas

Seorang pengusaha asal Toraja bernama Erwanto Lino yang membawa 48 ekor kerbau telah tertahan selama dua pekan di Surabaya, Jawa Timur. Ia tertahan oleh pihak Karantina setempat.

Akibatnya, Erwanto mengalami kerugian ratusan juta. Kasus yang menimpa Erwanto mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Frederik Kalalembang. Frederik menyayangkan tindakan pihak karantina Surabaya yang tak memberi kepastian kepada Erwanto.
 
"Kalau memang benar sudah ada surat karantina sehat, sangat disayangkan kejadian ini," kata Frederik kepada PEDOMANMEDIA via handphone, Kamis (12/2).

Frederik mengatakan, ia siap menyelidiki kasus 48 ekor kerbau milik Erwanto Lino yang tertahan di Karantina Surabaya.

"Saya akan mencari tahu siapa yang menjadi korban dan siapa yang bertanggung jawab atas kesulitan yang dialami pengusaha kerbau itu," tegas Frederik.
 
Frederik akan berkoordinasi dengan Kapolda Jatim untuk menuntaskan masalah ini.
 
"Masalah ini serius. Saya akan koordinasi dengan Kapolda Jatim," ujar Frederik.
 
Sudah Bayar Rp25 Juta
 
Sebelumnya, seorang pedagang kerbau asal Tana Toraja, Erwanto Lino mengaku dipersulit petugas karantina Surabaya, Jawa Timur saat hendak menyeberangkan 48 kerbaunya ke Sulawesi Barat tujuan Tana Toraja. Padahal, ia sudah mengantongi surat karantina.

"Jadi kejadiannya begini, kerbau sebanyak 48 ekor ini kami beli dari Mentawai Sumatera Barat disertai surat karantina. Di Surabaya, penyeberangan kerbau ke Sulawesi Barat tidak diperbolehkan dengan berbagai alasan. Padahal kami sudah mengantongi surat karantina" kata Erwanto via handphone kepada Pedoman Media, Rabu 11 Februari 2026.

Menurut Erwanto, ia harus mengeluarkan Rp25 juta untuk mendapatkan surat karantina bagi 48 ekor kerbau.

"Saya bayar di karantina Rp25 juta dengan harapan proses bisa lebih lancar dan sampai di Toraja. Ternyata kami dipersulit di Surabaya," keluh Erwanto.

"Kerbau kami tertahan di Surabaya sudah 2 minggu. Kerugian kami cukup besar. Tiap hari kami beli rumput untuk makanan kerbau," ungkap Erwanto.

Dengan demikian, Erwanto berharap agar keluhan ini didengar Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Pak presiden, dengarkan keluhan kami. Kami rakyat kecil. Kami sudah bayar ke negara Rp25 juta melalui karantina, namun usaha kami masih dipersulit di Surabaya," terang Erwanto.

( sumber : pedoman.media )


Berita Lainnya

Nasional

Fraksi Partai Demokrat bersama Relawan Laskar Muda Zulfikar Suhardi Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil kepada Masyarakat

Nasional

Gerakan Pangan Murah Tekan Pengeluaran Warga Jelang Lebaran

Nasional

Reses di Mamuju, Anggota DPR RI Zulfikar Suhardi Serap Aspirasi dan Bagikan Sembako

Nasional

Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPR RI Muh Zulfikar Suhardi Gelar Reses di Kasiwa

Nasional

Perkuat Diplomasi Parlemen dan Partisipasi Masyarakat, BKSAP Dukung Aksesi Indonesia ke OECD

Nasional

H.T. Ibrahim Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Pada Acara Sosialisasi Empat Pilar

Nasional

Zulfikar : Geopolitik Global Pengaruhi Fluktuasi Harga Pupuk di Indonesia

Nasional

Tenteng RUU Adminduk ke Unpad, Dede Yusuf Buka Konsultasi Publik Bareng Akademisi

Berita: Nasional - Fraksi Partai Demokrat bersama Relawan Laskar Muda Zulfikar Suhardi Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil kepada Masyarakat •  Nasional - Gerakan Pangan Murah Tekan Pengeluaran Warga Jelang Lebaran •  Nasional - Reses di Mamuju, Anggota DPR RI Zulfikar Suhardi Serap Aspirasi dan Bagikan Sembako •  Nasional - Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPR RI Muh Zulfikar Suhardi Gelar Reses di Kasiwa •  Nasional - Perkuat Diplomasi Parlemen dan Partisipasi Masyarakat, BKSAP Dukung Aksesi Indonesia ke OECD •  Nasional - H.T. Ibrahim Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Pada Acara Sosialisasi Empat Pilar •  Nasional - Zulfikar : Geopolitik Global Pengaruhi Fluktuasi Harga Pupuk di Indonesia •  Nasional - Tenteng RUU Adminduk ke Unpad, Dede Yusuf Buka Konsultasi Publik Bareng Akademisi •