Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur!

Kamis, 23 April 2026 11:57

kunker mulyadi

Praktik judi online (judol) terus berkembang dengan pola yang semakin canggih dan sulit dideteksi. Fenomena ini menjadi ancaman serius yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Hal itu dinyatakan Anggota Komisi I DPR RI, Mulyadi, dalam Forum Diskusi Publik bertema "Bijak Digital tanpa Judi Online" yang digelar Rabu (22/4/2026).

Menurut Mulyadi, praktik judol telah dirancang secara sistematis dan terstruktur, sehingga berpotensi menjebak masyarakat yang tidak waspada dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Kita tidak sedang berbicara tentang hiburan, tetapi tentang jebakan yang sistematis dan terstruktur,” kata Mulyadi.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar itu menyebutkan, banyak masyarakat yang awalnya hanya mencoba, namun kemudian terjerat lebih dalam hingga kehilangan kendali. Kondisi ini kerap berujung pada kerugian besar, baik secara finansial maupun sosial.

“Tidak sedikit yang terjerat utang, mengalami konflik keluarga, kehilangan pekerjaan, bahkan terlibat dalam tindakan kriminal sebagai dampak lanjutan,” katanya.

 

Ia menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi di era revolusi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara bekerja hingga pola interaksi sosial. Internet kini menjadi ruang publik baru yang menghadirkan peluang sekaligus risiko dalam waktu bersamaan.

“Internet telah menjadi ruang baru ruang publik digital, yang mempertemukan peluang dan risiko dalam waktu yang bersamaan,” imbuhnya.

 

Di satu sisi, lanjut Mulyadi, teknologi digital memberikan banyak manfaat, seperti membuka peluang ekonomi, mempercepat akses informasi, serta meningkatkan kualitas hidup. Namun di sisi lain, ruang digital juga menjadi ladang subur bagi praktik judi online yang kian masif.

Ia menyoroti generasi muda sebagai kelompok paling rentan terhadap paparan judol. Tingginya intensitas penggunaan internet tidak selalu diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan literasi keuangan yang memadai.

“Generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan. Mereka adalah pengguna internet paling aktif, tetapi belum tentu memiliki bekal literasi digital dan literasi keuangan yang memadai. Di sinilah letak tantangan kita,” ungkapnya.

Mulyadi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang semakin terhubung secara digital, namun belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk menyaring informasi secara kritis.

“Kita melihat fenomena ini dengan keprihatinan yang mendalam. Masyarakat kita semakin terkoneksi dengan dunia digital, namun belum semuanya memiliki kemampuan untuk menyaring informasi secara kritis,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan judi online tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Pemblokiran situs dan penindakan terhadap pelaku dinilai penting, tetapi belum cukup untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

 

“Kita membutuhkan pendekatan yang lebih mendasar, yaitu edukasi dan literasi. Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi kemampuan untuk berpikir kritis, memahami risiko, serta mengambil keputusan yang bijak dalam ruang digital,” tegasnya.

Melalui forum tersebut, Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan gerakan “Bijak Digital tanpa Judi Online” sebagai upaya bersama, bukan sekadar slogan.

“Kita memiliki peluang besar untuk melawan judi online dengan memanfaatkan kekuatan yang sama, yaitu teknologi digital. Media sosial dapat kita ubah dari sarana penyebaran konten negatif menjadi alat edukasi yang inspiratif. Saya mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi menjadi penggerak,” katanya.

Selain Mulyadi, forum tersebut juga menghadirkan Pemimpin Redaksi Kata Sumbar, Andika D Khagen, sebagai narasumber. (ICA)

( sumber : langgam.id )

 


Berita Lainnya

Nasional

Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita

Nasional

LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP!

Nasional

DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global

Nasional

Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon

Nasional

Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT

Nasional

Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan

Nasional

Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif

Nasional

Komisi X DPR RI Dorong Beasiswa dan Perlindungan Digital Perempuan

Berita: Nasional - Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita •  Nasional - LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP! •  Nasional - DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global •  Nasional - Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon •  Nasional - Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT •  Nasional - Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan •  Nasional - Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif •  Nasional - Komisi X DPR RI Dorong Beasiswa dan Perlindungan Digital Perempuan •