Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT

Jumat, 24 April 2026 15:53

anita kom9

Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah menyesalkan tidak terserapnya dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Nusa Tenggara Timur yang berujung pada pengembalian anggaran ke kas negara.

Menurut Anita, dana sebesar Rp24 miliar harus dikembalikan karena puluhan ribu siswa tidak melakukan pencairan bantuan pendidikan tersebut.

“Serapan PIP itu memang mengecewakan karena ada Rp24 miliar yang dikembalikan ke kas negara. Artinya ada 34 ribu siswa yang tidak melakukan pencairan,” ujar Anita kepada Parlementaria, di Kupang, Provinsi NTT, Rabu (22/04/2026).

Ia mengaku prihatin karena anggaran yang telah diperjuangkan di tingkat nasional justru tidak dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Ini sangat menyakitkan hati saya sebagai wakil NTT yang memperjuangkan anggaran di tingkat nasional dan ini tidak dicairkan,” katanya.

Anita menilai salah satu penyebab rendahnya penyerapan dana PIP adalah lemahnya koordinasi dari dinas pendidikan setelah mengusulkan nama penerima bantuan.

Menurut dia, dinas pendidikan seharusnya menyampaikan informasi kepada pihak sekolah agar segera memberitahukan kepada siswa dan orang tua terkait jadwal pencairan.

“Dinas seharusnya ketika mereka mengusulkan, mereka memberitahukan kepada kepala-kepala sekolah. Jadi ketika waktunya pencairan mereka buka data, mereka lihat SK, mereka beritahu kepada orang tua siswa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kurangnya kepedulian sejumlah kepala sekolah dalam memastikan bantuan sampai kepada penerima yang berhak.

“Ini yang tidak dilakukan, artinya kepala sekolah banyak yang tidak peduli,” katanya.

Anita menegaskan tanggung jawab utama ada pada kepala dinas pendidikan untuk mengawasi pelaksanaan program serta menginstruksikan sekolah melakukan pengecekan data penerima.

Menurutnya, operator sekolah seharusnya membuka data penerima setelah surat keputusan terbit, kemudian menghubungi orang tua siswa agar pencairan dapat segera dilakukan.

Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pemerintah untuk mendukung biaya pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu. Karena itu, Anita meminta seluruh pemangku kepentingan di NTT memperbaiki koordinasi agar kejadian serupa tidak terulang dan dana bantuan dapat terserap maksimal. (skr/rdn)

( sumber : dpr.go.id )


Berita Lainnya

Nasional

Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita

Nasional

LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP!

Nasional

DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global

Nasional

Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon

Nasional

Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan

Nasional

Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur!

Nasional

Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif

Nasional

Komisi X DPR RI Dorong Beasiswa dan Perlindungan Digital Perempuan

Berita: Nasional - Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita •  Nasional - LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP! •  Nasional - DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global •  Nasional - Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon •  Nasional - Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan •  Nasional - Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur! •  Nasional - Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif •  Nasional - Komisi X DPR RI Dorong Beasiswa dan Perlindungan Digital Perempuan •