Komisi X DPR RI Dorong Beasiswa dan Perlindungan Digital Perempuan

Selasa, 21 April 2026 15:50

ibu anita jacoba

Dalam momentum Hari Kartini anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, menyoroti pentingnya perluasan akses pendidikan bagi perempuan khususnya di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) termasuk di Nusa Tenggara Timur, Selasa 21 April 2026.

Anita menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI terus mendorong program beasiswa agar perempuan di daerah 3T dapat mengakses pendidikan tinggi terutama di bidang teknologi.

Ia menegaskan bahwa beasiswa merupakan kewajiban negara sebagaimana diamanatkan undang-undang. "Semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan negara wajib membiayai itu. Karena itu, program beasiswa dari tingkat SD hingga perguruan tinggi terus kami perjuangkan agar anggar anggaran meningkat," ujar Anita.

Namun demikian, ia juga menyoroti penyerapan anggaran yang dinilai belum optimal. Menurutnya, masih terdapat anggaran pendidikan yang tidak terserap dengan baik dan justru dikembalikan ke kas negara sedangkan kebutuhan di masyarakat sangat besar. Ia menyangka kondisi tersebut karena masih banyak anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.

Lebih lanjut, Anita menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai peluang termasuk beasiswa di bidang teknologi. Tantangannya terletak pada komitmen pemerintah daerah dalam menangkap dan menyalurkan peluang secara nyata kepada masyarakat, khususnya perempuan di daerah pelosok.

"Programnya sudah ada, anggarannya juga tersedia. Tinggal bagaimana pemerintah daerah memiliki komitmen untuk memanfaatkan peluang ini bagi putra-putri, terutama perempuan di NTT," kata Anita.

Selain isu pendidikan, Anita juga menyoroti perlindungan perempuan di ruang digital. Ia mengungkapkan maraknya kejahatan siber sat ini banyak menyasar perempuan, termasuk kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan.

"Kita melihat banyak kasus yang melibatkan perempuan, terutama di kalangan mahasiswa ini menjadi perhatian serius," ujar Anita.

Menurutnya, Komisi X DPR RI terus mendorong pemerintah untuk memperkuat literasi digital sekaligus meningkatkan pengawasan di lingkungan pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Ia bahkan mengusulkan adanya patroli dan sistem pengawasan yang lebih ketat di kampus maupun sekolah guna mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Anita menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di era digital harus dimulai dari keberanian untuk terus belajar dan beradaptasi. "Menjadi perempuan berdaya di era digital dimulai dari keberanian untuk mempelajari hal baru setiap hari. Mari kita jadikan era digital sebagai cahaya untuk meneruskan cita-cita," ucap Anita.

( sumber : rri.co.id )


Berita Lainnya

Nasional

Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita

Nasional

LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP!

Nasional

DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global

Nasional

Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon

Nasional

Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT

Nasional

Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan

Nasional

Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur!

Nasional

Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif

Berita: Nasional - Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita •  Nasional - LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP! •  Nasional - DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global •  Nasional - Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon •  Nasional - Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT •  Nasional - Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan •  Nasional - Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur! •  Nasional - Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif •