Dina Lorenza Dorong Penyelenggara Bioskop Wadahi Film Daerah

Senin, 06 April 2026 19:23

dina a

Anggota Komisi VII DPR RI, Dina Lorenza Audira, menyoroti pentingnya keberpihakan ekosistem perfilman nasional terhadap karya-karya daerah. Ia menegaskan itu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Kreativitas dan Distribusi  Film Nasional Komisi VII bersama asosiasi dan perusahaan perfilman di Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam forum yang membahas pendalaman mekanisme penayangan  film ke penyelenggara bioskop di Indonesia itu, Dina menilai distribusi film nasional saat ini masih belum merata. Terutama bagi  film-film yang mengangkat kearifan lokal di daerah.

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini mengungkapkan bahwa banyak bioskop di daerah terpaksa tutup karena minimnya jumlah penonton. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak lepas dari kurangnya konten yang relevan dengan masyarakat setempat.

“Di daerah-daerah, banyak bioskop yang tutup karena kurangnya minat penonton. Mungkin salah satu solusinya adalah menghadirkan film-film yang dekat dengan budaya dan cerita lokal masyarakat setempat,” ujar Dina.

Dina mencontohkan potensi daerah seperti Banyuwangi yang memiliki kekayaan budaya dan pariwisata yang dapat diangkat menjadi cerita film.

Namun, ia menilai film dengan latar lokal tersebut belum tentu mendapat ruang tayang yang memadai di bioskop, khususnya jika dibandingkan dengan film arus utama dari kota besar. Makanya, Dina mempertanyakan kemungkinan adanya kebijakan afirmatif bagi film daerah, seperti kewajiban atau kuota penayangan tertentu di bioskop.

“Apakah memungkinkan bioskop memberikan porsi, misalnya dalam bentuk persentase tertentu, agar film-film daerah bisa mendapat kesempatan tayang di wilayahnya sendiri,” katanya dikutip dari dpr.go.id.

Langkah tersebut kata dia tidak hanya akan mendorong pertumbuhan industri film lokal, tetapi juga dapat menghidupkan kembali minat masyarakat daerah untuk menonton di bioskop.

Ia juga menyoroti tantangan industri bioskop ke depan di tengah pesatnya perkembangan platform digital. Dina mempertanyakan strategi yang disiapkan oleh pelaku usaha bioskop agar tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Ke depan, industri ini akan terus berkembang. Pertanyaannya, apa strategi bioskop agar tidak kehilangan relevansinya di tengah gempuran platform digital?” tanyanya.

Sebagai konteks, industri perfilman Indonesia menunjukkan tren pemulihan pascapandemi. Data dari Badan Perfilman Indonesia mencatat jumlah penonton film nasional pada 2024 telah melampaui 80 juta penonton, mendekati capaian sebelum pandemi. Sementara itu, pertumbuhan layar bioskop masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Di sisi lain, penetrasi platform streaming seperti Netflix dan Disney+ semakin memperketat persaingan, terutama dalam menjangkau penonton di daerah yang akses bioskopnya terbatas. Komisi VII DPR RI melalui Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional pun terus menggali masukan dari para pemangku kepentingan guna merumuskan kebijakan yang mampu menciptakan ekosistem perfilman yang lebih inklusif, berdaya saing, dan merata di seluruh Indonesia. (ilo)

( sumber : herald.id )


Berita Lainnya

Nasional

Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita

Nasional

LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP!

Nasional

DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global

Nasional

Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon

Nasional

Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT

Nasional

Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan

Nasional

Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur!

Nasional

Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif

Berita: Nasional - Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita •  Nasional - LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP! •  Nasional - DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global •  Nasional - Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon •  Nasional - Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT •  Nasional - Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan •  Nasional - Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur! •  Nasional - Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif •