Komisi X soal Trek MotoGP Mandalika Kotor: Jangan Sampai Indonesia Tercoreng

Selasa, 15 Februari 2022 11:10

dede yusuf

Para pembalap MotoGP mengeluhkan trek Sirkuit Mandalika kotor pada hari pertama tes pramusim MotoGP 2022. Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf meminta panitia penyelenggara mengantisipasi keluhan-keluhan dari rider MotoGP.

"Ya, tentu sebagai penyelenggara lokal terikat dengan aturan Dorna sebagai penyelenggara dunia. Jadi rasanya kita harus segera antisipasi keluhan rider tersebut dengan memperbaiki segera apa yang disampaikan," kata Dede kepada wartawan, Sabtu (12/2/2022).

Dia tak mau keluhan-keluhan itu nantinya mencoreng nama baik Indonesia. Sebab, kata dia, ajang balapan MotoGP tetap harus mengedepankan keselamatan para rider.

"Bagaimanapun ini adalah wajah Indonesia yang harus dijaga jangan sampai tercoreng. Apalagi balapan ini kecepatan mencapai ratusan kilometer, memang safety adalah nomer satu yang diharapkan. Bukan sekedar indahnya lokasi," ucapnya.

Seperti diketahui, Rider MotoGP menggelar tes pramusim di Sirkuit Mandalika, tes kedua musim ini setelah di Malaysia. Hari pertama digelar pada Jumat (11/2).

Namun, rider disuguhkan trek yang kotor, akibat hujan yang mengguyur lintasan malam harinya. Tanah dan kerikil masuk ke trek, yang cukup berbahaya jika dilahap motor pebalap.

Imbasnya, sesi tes sempat ditangguhkan. Pertemuan digelar, karena pebalap mengeluhkan kondisi trek yang cukup kotor.

Setelah sempat dicoba membersihkan trek dengan mesin dan hasilnya kurang maksimal, rider berinisiatif membersihkan sendiri. Caranya dengan melakukan putaran sebanyak 20 lap untuk menyingkirkan kerikil dari trek.

Andrea Dovizioso, rider WithU RNF Yamaha, mengungkap bagaimana para rider akhirnya turun tangan sendiri membersihkan trek. Ia mengaku seharusnya ada cara yang lebih baik dilakukan.

Dia bahkan menyebut para rider MotoGP awalnya ketakutan untuk membersihkan trek secara manual, dengan menggeber motornya di trek. Namun setelah dilakukan, hasilnya tidak terlalu buruk.

Penjelasan Dirut MGPA

Dirut Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria angkat bicara soal lintasan Sirkuit Mandalika yang kotor dan dikeluhkan para rider. Menurutnya, hal itu adalah wajar.

"Kotor itu karena serpihan ban, wajar saja karena hari ini dilintasi motor-motor," kata Priandhi kepada awak media di Media Center Sirkuit Mandalika, Jumat (11/2) sore WITA.

Pria yang akrab disapa Andi itu menambahkan, pihak marshal sudah bergerak cepat untuk membersihkan lintasan. Tes pramusim pun selanjutnya bisa berjalan lancar.

( sumber : news.detik.com )


Berita Lainnya

Nasional

Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita

Nasional

LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP!

Nasional

DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global

Nasional

Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon

Nasional

Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT

Nasional

Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan

Nasional

Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur!

Nasional

Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif

Berita: Nasional - Sabam: Perkupi siap wujudkan perdamaian antarumat dan Asta Cita •  Nasional - LaVani Raih Gelar Juara Proliga 2026, Ibas: Congratulations! Make Us Proud! LaVani TOP! •  Nasional - DPR Dorong Penguatan Bioenergi Sawit untuk Redam Dampak Krisis Energi Global •  Nasional - Calon Penerima BSPS 2026 sebanyak 3107 Unit di Papua Barat Daya dan Papua Barat, Pengusul Faujia Helga Tampubolon •  Nasional - Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT •  Nasional - Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan •  Nasional - Anggota DPR RI Mulyadi Ingatkan Bahaya Judol yang Makin Canggih: Jebakan Sistematis dan Terstruktur! •  Nasional - Kunjungan ke NTB, HT Ibrahim: KUHP Baru Kedepankan Keadilan Restoratif •