Benarkah Gaji Honorer akan Dipotong karena Efisiensi Anggaran? Dede Yusuf Minta Non ASN Tanpa Formasi Tak di PHK dengan Skema Ini

Rabu, 19 Februari 2025 14:03

honorer

Polemik terkait tenaga honorer kembali mencuat seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menyoroti dampak kebijakan tersebut terhadap tenaga honorer yang terancam kehilangan pekerjaan.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada data pasti mengenai jumlah tenaga honorer yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

Dede Yusuf menegaskan bahwa tenaga honorer tidak seharusnya terkena PHK di tengah kebijakan efisiensi ini, terutama karena kebijakan tersebut diberlakukan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah untuk memprioritaskan pengalokasian gaji bagi tenaga honorer, khususnya mereka yang belum mendapatkan formasi setelah mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Mantan pesinetron ini, menilai, banyak tenaga honorer yang belum mendapatkan formasi setelah mengikuti seleksi PPPK. Di sisi lain, kebijakan efisiensi justru memangkas pendapatan mereka di saat yang krusial seperti menjelang Ramadan dan Lebaran.

Oleh karena itu, pemerintah harus benar-benar memprioritaskan pembayaran gaji tenaga honorer agar tidak terjadi pengurangan pendapatan yang dapat berdampak pada kesejahteraan mereka.

Ia menambahkan bahwa jika proses penentuan formasi masih berlangsung, hal tersebut harus dianggap sebagai bagian dari prosedur administrasi.

Namun, dalam konteks kebijakan efisiensi, jangan sampai ada tenaga honorer yang kehilangan gaji atau bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja.

Sebagai solusi, Dede Yusuf menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan skema kerja dari rumah (work from home) bagi tenaga honorer sebagai upaya efisiensi anggaran, daripada harus melakukan pemutusan hubungan kerja.

Hal ini dinilai lebih bijak mengingat tenaga honorer masih memiliki peran penting dalam pelayanan publik.

Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI lainnya, Muhammad Toha, juga menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang digaungkan bukan bertujuan untuk mengurangi jumlah tenaga honorer.

Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran lebih difokuskan pada penghematan di sektor tertentu, seperti penyewaan mobil dinas, pembangunan infrastruktur non-prioritas, dan kegiatan seremonial yang tidak mendesak.

Kata Toha, Belanja operasional dan gaji pegawai tidak mengalami pemotongan. Namun, yang dikurangi adalah belanja modal seperti pembangunan infrastruktur yang bisa ditunda, serta penyewaan kendaraan dinas bagi pejabat.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bahwa tidak ada PHK bagi tenaga honorer di lingkungan kementerian dan lembaga sebagai dampak dari efisiensi anggaran.

Kemenkeu sedang melakukan rekonstruksi anggaran untuk memastikan bahwa besaran anggaran di masing-masing kementerian dan lembaga tetap dapat mengakomodasi kebutuhan tenaga honorer.***

( sumber : ayobandung.com )


Berita Lainnya

Nasional

Prajurit TNI di UNIFIL Gugur, Pimpinan Komisi I Dukung Langkah Kemlu Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat

Nasional

Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo Tegaskan: Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon Harus Dijaga, Serangan Israel Adalah Kejahatan Perang

Nasional

Soal Kapal RI di Selat Hormuz, Waka Komisi I DPR Dorong Diplomasi Total dan Optimalisasi Forum Multilateral

Nasional

Sartono Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Stabilitas Harga BBM dan Keberlanjutan Fiskal

Nasional

Ellen Pelealu Apresiasi Peternak Ayam Petelur di Poso Pesisir

Nasional

PN Medan Kabulkan Permohonan DPR RI Soal Penangguhan Amsal Sitepu

Nasional

H.T. Ibrahim Pererat Ukhuwah dengan Jamaah Tungkop, Silaturahmi Pasca Idulfitri Jadi Ruang Menyerap Aspirasi Umat

Nasional

Ibas Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon: Mengutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian, Desak Investigasi Menyeluruh

Berita: Nasional - Prajurit TNI di UNIFIL Gugur, Pimpinan Komisi I Dukung Langkah Kemlu Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat •  Nasional - Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo Tegaskan: Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon Harus Dijaga, Serangan Israel Adalah Kejahatan Perang •  Nasional - Soal Kapal RI di Selat Hormuz, Waka Komisi I DPR Dorong Diplomasi Total dan Optimalisasi Forum Multilateral •  Nasional - Sartono Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Stabilitas Harga BBM dan Keberlanjutan Fiskal •  Nasional - Ellen Pelealu Apresiasi Peternak Ayam Petelur di Poso Pesisir •  Nasional - PN Medan Kabulkan Permohonan DPR RI Soal Penangguhan Amsal Sitepu •  Nasional - H.T. Ibrahim Pererat Ukhuwah dengan Jamaah Tungkop, Silaturahmi Pasca Idulfitri Jadi Ruang Menyerap Aspirasi Umat •  Nasional - Ibas Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon: Mengutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian, Desak Investigasi Menyeluruh •