
Anggota Komisi IX DPR RI , Cellica Nurrachadiana, menilai usulan Badan Gizi Nasional atau BGN agar pelajaran gizi masuk ke dalam kurikulum sekolah merupakan langkah yang sangat relevan dan visioner.
Hal tersebut disampaikan Cellica menyampaikan dukungannya atas usulan yang telah disampaikan Badan Gizi Nasional atau BGN kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Saya memandang usulan BGN agar pelajaran gizi masuk ke dalam kurikulum sekolah sebagai langkah yang sangat relevan dan visioner. Persoalan gizi bukan semata urusan dapur atau bantuan pangan, tetapi soal pengetahuan, kebiasaan, dan kesadaran sejak dini,” kata Cellica kepada Kedai Pena di Jakarta, Kamis,(15/1/2026).
Lebih jauh, Cellica menambahkan, pelajaran gizi yang terstruktur di dalam kurikulum sekolah juga merupakan langkah penting sebagai upaya berkelanjutan seiring dengan berjalan program MBG kepada anak-anak.
“Anak-anak perlu memahami apa yang mereka makan, mengapa itu penting, dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan, konsentrasi belajar, serta masa depan mereka,” tegas politikus Partai Demokrat ini.
Tak hanya itu, Cellica menilai, masuknya pelajaran gizi ke dalam kurikulum sekolah akan memantik kesadaran dan sikap kritisi bagi penerima manfaat terhadap pola makan sehat.
“Ini akan membentuk generasi yang lebih tangguh, sehat secara fisik, dan siap bersaing,” jelas dia.
Dengan kondisi demikian, eks Bupati Karawang ini berharap, usulan Badan Gizi Nasional atau BGN agar pelajaran gizi masuk ke dalam kurikulum sekolah dapat dikaji secara komperhensif dan mulai diimplementasikan secara bertahap.
“Saya berharap usulan ini dapat dikaji secara komprehensif dan diimplementasikan secara bertahap, dengan melibatkan tenaga pendidik, ahli gizi, serta pemerintah daerah. Karena investasi terbaik bagi bangsa memang dimulai dari anak-anak yang sehat dan cerdas,” tandasnya.
Laporan: Soleh Afid
( sumber : kedaipena.com )




