Anggota Komisi IV DPR RI, Ellen Esther Pelealu, memberikan apresiasi atas keberhasilan Tim Saber Pangan bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, dan ID Food dalam menstabilkan harga bahan pokok di Pasar Wonokromo, Surabaya.
Menurut Ellen, mayoritas komoditas pangan kini telah berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga memberikan rasa tenang bagi masyarakat.
“Harga beras SPHP, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai keriting, daging ayam, daging sapi, hingga telur ayam sudah terkendali dan sesuai HET berkat intervensi langsung ke pemasok. Ini capaian yang patut diapresiasi,” ujar Ellen dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa,(17/2/2026).
Ia menilai, intervensi langsung ke rantai pasok menjadi langkah efektif untuk menjaga stabilitas pasar tradisional yang sebelumnya mengalami fluktuasi.
Namun demikian, Ellen menyoroti cabai rawit yang masih relatif tinggi dan fluktuatif.
“Cabai rawit masih perlu pengawalan pejabat terkait. Kami berharap tim Saber Pangan dapat terus menekan agar tidak terjadi kenaikan menjelang puasa dan Idul Fitri,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan potensi kenaikan harga telur ayam pada pertengahan Ramadan. Saat ini harga telur berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, namun berpotensi meningkat hingga Rp35.000 per kilogram.

“Jawa Timur merupakan produsen telur terbesar. Karena itu, Badan Pangan dan ID Food perlu memberikan peringatan kepada pemasok agar tidak terjadi lonjakan harga. Pedagang menyampaikan, pola kenaikan seperti ini kerap terjadi setiap bulan puasa,” jelasnya.
Ellen menegaskan, stabilitas harga pangan sejalan dengan arahan Presiden agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Presiden ingin rakyat dapat berbelanja tanpa khawatir harga beras, daging, atau telur melambung. Kami sudah mengingatkan Badan Pangan untuk memantau ketat pemasok telur agar target ini tercapai,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi IV DPR RI untuk memastikan ketahanan dan stabilitas pangan nasional tetap terjaga menjelang hari besar keagamaan.
Ellen berharap intervensi serupa terus digencarkan di berbagai pasar tradisional di seluruh Indonesia, guna menjaga inflasi pangan tetap terkendali serta melindungi daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
Laporan: Muhammad Rafik
( sumber : kedaipena.com )




