Nurwayah Soroti Dampak Kenaikan Harga Minyak terhadap Distribusi Pangan, Desak ID Food Siapkan Langkah Konkret

Senin, 30 Maret 2026 16:02

Screenshot_20260330_141807_YouTube-1536x923 nur1

Anggota Komisi VI DPR RI Nurwayah menyoroti dampak kenaikan harga minyak terhadap distribusi pangan nasional dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama ID FOOD, Senin (30/3).

Nurwayah menekankan pentingnya kesiapan BUMN pangan dalam menghadapi tekanan global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perubahan iklim, serta keterkaitan erat antara sektor energi dan pangan.

Ia mengungkapkan, harga minyak saat ini telah mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai lebih dari 20 persen dan berpotensi kembali meningkat dalam waktu dekat. Kondisi ini dinilai akan berdampak langsung terhadap biaya distribusi dan keseluruhan proses rantai pasok pangan.

“Kita tahu bahwa untuk minyak saat ini sudah mengalami kenaikan lebih dari 20 persen, dan kemungkinan akan naik lagi. Ini tentu sangat mempengaruhi distribusi dan proses pangan itu sendiri,” ujar Nurwayah dalam rapat.

Menurut Legislator dari Partai Demokrat ini, kenaikan biaya energi berpotensi memicu kenaikan harga pangan di tingkat konsumen. Oleh karena itu, ia meminta manajemen ID Food untuk memastikan stabilitas rantai pasok tetap terjaga.

Nurwayah menegaskan bahwa keberlanjutan distribusi pangan tidak boleh terganggu dalam kondisi apa pun, mengingat sektor ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat luas.

“Rantai pasok tidak boleh terputus. Ini menjadi kunci agar harga pangan tetap bisa dijangkau oleh masyarakat, khususnya masyarakat bawah,” katanya.

Ia juga mendorong ID Food untuk segera merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak, baik dari sisi efisiensi distribusi maupun penguatan cadangan pangan.

Lebih lanjut, Nurwayah mengingatkan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan harus menjadi pijakan utama dalam merumuskan strategi korporasi BUMN pangan.

Dalam konteks tersebut, ia menilai sinergi antara pemerintah dan BUMN menjadi krusial untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional di tengah dinamika global.

“Ketahanan pangan harus dijaga dalam kondisi apa pun. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal stabilitas nasional,” pungkas Nurwayah.

( sumber : dnews.id )


Berita Lainnya

Nasional

Prajurit TNI di UNIFIL Gugur, Pimpinan Komisi I Dukung Langkah Kemlu Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat

Nasional

Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo Tegaskan: Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon Harus Dijaga, Serangan Israel Adalah Kejahatan Perang

Nasional

Soal Kapal RI di Selat Hormuz, Waka Komisi I DPR Dorong Diplomasi Total dan Optimalisasi Forum Multilateral

Nasional

Sartono Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Stabilitas Harga BBM dan Keberlanjutan Fiskal

Nasional

Ellen Pelealu Apresiasi Peternak Ayam Petelur di Poso Pesisir

Nasional

PN Medan Kabulkan Permohonan DPR RI Soal Penangguhan Amsal Sitepu

Nasional

H.T. Ibrahim Pererat Ukhuwah dengan Jamaah Tungkop, Silaturahmi Pasca Idulfitri Jadi Ruang Menyerap Aspirasi Umat

Nasional

Ibas Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon: Mengutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian, Desak Investigasi Menyeluruh

Berita: Nasional - Prajurit TNI di UNIFIL Gugur, Pimpinan Komisi I Dukung Langkah Kemlu Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat •  Nasional - Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo Tegaskan: Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon Harus Dijaga, Serangan Israel Adalah Kejahatan Perang •  Nasional - Soal Kapal RI di Selat Hormuz, Waka Komisi I DPR Dorong Diplomasi Total dan Optimalisasi Forum Multilateral •  Nasional - Sartono Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Stabilitas Harga BBM dan Keberlanjutan Fiskal •  Nasional - Ellen Pelealu Apresiasi Peternak Ayam Petelur di Poso Pesisir •  Nasional - PN Medan Kabulkan Permohonan DPR RI Soal Penangguhan Amsal Sitepu •  Nasional - H.T. Ibrahim Pererat Ukhuwah dengan Jamaah Tungkop, Silaturahmi Pasca Idulfitri Jadi Ruang Menyerap Aspirasi Umat •  Nasional - Ibas Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon: Mengutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian, Desak Investigasi Menyeluruh •