Anggota Komisi 3 DPR RI, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang (JFk) turut prihatin dengan adanya peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Muhammad Kasim, Kota Palopo, Jumat 2 Januari 2026, lalu. Dimana menyebabkan sebanyak tiga rumah warga ludes dilalap api.
Melalui Tim Sahabat JFK di Kota Palopo, sejumlah bantuan disalurkan kepada tiga keluarga terdampak, sebagai bentuk uluran kasih meringankan beban di tengah musibah yang terjadi, Senin sore 5 Januari 2026.
Bantuan diantarkan langsung oleh Tim Sahabat JFK Kota Palopo, di antaranya H. Udin, Elianus Tuju, Yusuf, Heli M. Tobigo, Nerius Temban, dkk.

Usai menerima bantuan, dari pihak Keluarga Markus Palimbong dan Pasali mengucapkan banyak Terima kasih atas bantuan yang sangat berarti Bapak Jenderal Frederik Kalalembang bersama Ibu. "Sekali lagi kami keluarga yang kena musibah di Kota Palopo kebakaran mengucapkan terima kasih Pak Jenderal dan Ibu, Semoga Tuhan Yesus selalu memberkati Pak Jenderal dan ibu sehat selalu Sukses dlm tugas pekerjaan. Amin," ucapnya.
Sebagai informasi, peristiwa kebakaran di awal tahun ini terjadi pada Jumat 2 Januari 2026, pukul 10.52 WITA. Berdasarkan data yang dihimpun, api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek (korsleting listrik) pada salah satu kamar warga. Api pertama kali muncul dari sebuah kasur yang bersentuhan langsung dengan colokan listrik di salah satu rumah warga.

Percikan api akibat korsleting tersebut dengan cepat merambat ke material kasur yang mudah terbakar, hingga akhirnya api membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palopo dari Regu Charli segera dikerahkan ke lokasi yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari posko utama. Meski upaya pemadaman dilakukan secara intensif, material bangunan yang dominan mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Kebakaran ini melahap area seluas 15 x 45 meter persegi. Adapun dampak kerusakan di lokasi yakni, rumah 1 dan 2 rusak berat (hangus terbakar hingga rata dengan tanah). Lalu, rumah 3 rusak sedang. Total Kerugian ditaksir mencapai Rp700 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) dengan total 25 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.(idr)
( sumber : palopos.fajar.co.id )




