
Legislator Termuda DPR RI Asal SulBar, H. Muhammad Zulfikar Suhardi Siap Kawal Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika di Sulbar bersama Ikatan Guru Indonesia ( IGI ).
Upaya memajukan mutu pendidikan di Sulawesi Barat memperoleh perhatian dan dukungan dari kalangan legislatif. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulawesi Barat, Sutikno, didampingi Ketua Ikatan Guru Matematika Pusat, Chandra Sriubayanti, serta Master Trainer Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka), Ditta Puti Sarasvati, melakukan audiensi dan diskusi bersama anggota DPR RI, H. Muhammad Zulfikar Suhardi, di ruang kerjanya di Jakarta, senin 19 Januari 2026.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan upaya peningkatan kompetensi pedagogik numerasi bagi siswa sekolah dasar. Diskusi menitikberatkan pada perubahan pendekatan pembelajaran matematika yang selama ini dominan bersifat drill, menuju model pembelajaran yang lebih menekankan penalaran, relevansi dengan konteks kehidupan sehari-hari, serta pemahaman konsep dasar yang sederhana dan esensial. Pendekatan yang diusung Gernas Tastaka ini diyakini mampu menjadi pijakan awal yang kuat dalam membantu anak-anak Indonesia memahami konsep matematika secara lebih mendalam.
Sutikno, S.Si., S.Pd., M.Pd., selaku Ketua IGI Sulbar menyampaikan optimisme terhadap kemampuan peserta didik di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa anak-anak Sulawesi Barat memiliki kecerdasan dan potensi yang besar, sehingga metode pembelajaran yang ditawarkan Gernas Tastaka diyakini dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa.
“Saya percaya bahwa para siswa didaerah kita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk dapat memanfaatkan potensi diri mereka masing-masing di bidang matematika dan metode yang ditawarkan ini Insya Allah bisa diterapkan dengan baik.” Ujar Sutikno
Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Chandra Sriubayanti yang menekankan urgensi penguatan konsep dasar matematika sejak usia dini. Menurutnya, kemampuan numerasi tidak dapat dilepaskan dari fondasi konsep yang benar, karena kekeliruan pada tahap awal akan berdampak serius terhadap perkembangan kemampuan matematika siswa di jenjang pendidikan berikutnya.
Sementara itu, Ditta Puti Sarasvati menjelaskan bahwa Gernas Tastaka disusun berdasarkan kajian dan riset pedagogik numerasi dasar yang telah ia lakukan sejak tahun 2018. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Bukit Asam, program ini dirancang untuk memberikan dukungan berbasis ilmiah kepada guru dalam mengembangkan pembelajaran numerasi yang efektif.
Menanggapi hasil diskusi tersebut, anggota DPR RI Muhammad Zulfikar Suhardi menyatakan kesiapannya untuk mengawal pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa meskipun secara struktural berada di Komisi IV, komitmennya terhadap pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan panggilan nurani. Ia meminta IGI Sulbar untuk segera menindaklanjuti program ini secara teknis dan menyatakan kesediaannya memberikan dukungan penuh demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Sulawesi Barat.
Dengan adanya dukungan dari legislatif serta sinergi para praktisi dan pakar pendidikan, Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) diharapkan mampu memperkuat kemampuan numerasi dasar siswa di Sulawesi Barat. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam mendorong terciptanya pendidikan yang lebih bermakna, inklusif, dan berkualitas bagi generasi muda daerah.
( sumber : rri.co.id )




