Dede Yusuf Hadiri Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, Program PTSL harus Diawasi Lebih Ketat

Kamis, 16 Oktober 2025 20:19

sertifikat

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendy, menekankan pentingnya transparansi dan kecepatan layanan dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal itu disampaikan Dede Yusuf saat menghadiri kegiatan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat dan Sosialisasi Program Sertifikat Elektronik di Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB, Kamis, 16 Oktober 2025.

Menurut Dede, pengawasan terhadap pelaksanaan PTSL harus terus diperkuat agar masyarakat benar-benar memperoleh haknya tanpa potongan biaya yang tidak semestinya. Ia bahkan secara langsung melakukan dialog dengan warga penerima sertipikat untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.

 

"Setiap kegiatan PTSL yang saya datangi selalu saya cek, apakah masyarakat mendapatkan haknya sesuai, tidak ada potongan, dan biayanya tepat. Di Jawa biayanya Rp150 ribu, itu sudah benar. Tapi kadang di luar Jawa bisa sampai Rp400 ribuan. Nah, yang sering saya dengar, ada oknum yang memanipulasi dan meminta sampai jutaan, bahkan Rp10 juta. Ini yang tidak boleh terjadi," ungkap Dede.

Politisi senior dari Partai Demokrat ini menegaskan, peran DPR RI dalam program tersebut bukan sekadar mendukung, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah, pemerintah desa, dan ATR/BPN selaku pelaksana program. Sinergi antarlembaga menjadi kunci agar program PTSL berjalan bersih dan tepat sasaran.

"Koordinasi antara pemerintah desa, daerah, dan ATR/BPN harus kuat. Kami di DPR menjalankan fungsi pengawasan agar tidak ada penyimpangan. Alhamdulillah, di Cikalong Wetan ini sudah ketiga kalinya program PTSL berjalan, dan antusiasme masyarakat cukup tinggi," ujarnya.

Sertifikat elektronik lebih lanjut Dede mengingatkan masyarakat untuk segera menyertifikatkan tanahnya, karena mulai 2026 mendatang surat-surat lama seperti girik, kikitir, letter C, dan sebagainya sudah tidak akan berlaku lagi. Semua dokumen tanah akan beralih ke sertifikat elektronik sebagai bentuk modernisasi administrasi pertanahan nasional.

"Surat-surat lama nanti tidak bisa dipakai lagi karena rawan dipalsukan atau digandakan. Dengan sistem elektronik, data bisa dicek langsung dari satelit. Cukup klik, langsung terlihat siapa pemiliknya dan luasannya. Ini akan memudahkan masyarakat melacak aset tanahnya sendiri," jelasnya.

Program PTSL, kata Dede, merupakan bentuk subsidi pemerintah agar seluruh warga bisa memiliki sertifikat tanah resmi tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.

"Pemerintah menargetkan seluruh bidang tanah di Indonesia akan memiliki sertipikat elektronik 100 persen beberapa tahun ke depan," pungkasnya.**

( sumber : koran-gala.id )


Berita Lainnya

Nasional

Soroti Penguatan SDM Kehutanan, Ellen Esther Dorong Inovasi Digital dan Kewirausahaan Sektor Hutan

Nasional

Bahas Harga Energi Bergejolak di GREAT Institute, Sartono: Ketahanan Energi Kunci Selamatkan Daya Beli Rakyat

Nasional

Kenaikan Harga Minyak Dunia, Sekjen Demokrat: Persiapkan Bauran Energi yang Lebih Konstruktif dan Berimbang

Nasional

Prajurit TNI di UNIFIL Gugur, Pimpinan Komisi I Dukung Langkah Kemlu Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat

Nasional

Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo Tegaskan: Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon Harus Dijaga, Serangan Israel Adalah Kejahatan Perang

Nasional

Soal Kapal RI di Selat Hormuz, Waka Komisi I DPR Dorong Diplomasi Total dan Optimalisasi Forum Multilateral

Nasional

Sartono Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Stabilitas Harga BBM dan Keberlanjutan Fiskal

Nasional

Ellen Pelealu Apresiasi Peternak Ayam Petelur di Poso Pesisir

Berita: Nasional - Soroti Penguatan SDM Kehutanan, Ellen Esther Dorong Inovasi Digital dan Kewirausahaan Sektor Hutan •  Nasional - Bahas Harga Energi Bergejolak di GREAT Institute, Sartono: Ketahanan Energi Kunci Selamatkan Daya Beli Rakyat •  Nasional - Kenaikan Harga Minyak Dunia, Sekjen Demokrat: Persiapkan Bauran Energi yang Lebih Konstruktif dan Berimbang •  Nasional - Prajurit TNI di UNIFIL Gugur, Pimpinan Komisi I Dukung Langkah Kemlu Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat •  Nasional - Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo Tegaskan: Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon Harus Dijaga, Serangan Israel Adalah Kejahatan Perang •  Nasional - Soal Kapal RI di Selat Hormuz, Waka Komisi I DPR Dorong Diplomasi Total dan Optimalisasi Forum Multilateral •  Nasional - Sartono Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Stabilitas Harga BBM dan Keberlanjutan Fiskal •  Nasional - Ellen Pelealu Apresiasi Peternak Ayam Petelur di Poso Pesisir •