Anggota Komisi IV DPR RI Ellen Esther Pelealu, melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Balai Diklat Kehutanan Rumpin, Kabupaten Bogor, baru-baru ini.
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sektor kehutanan Indonesia, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan peran penyuluh kehutanan, serta optimalisasi pembinaan Kelompok Tani Hutan (KTH).
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, Ellen menegaskan bahwa sektor kehutanan Indonesia memiliki peran vital dengan luas hutan mencapai 95,5 juta hektare atau 51,1% dari total daratan.
Namun, tantangan nyata masih membayangi, termasuk angka deforestasi netto yang mencapai 175,4 ribu hektare pada tahun 2024, serta keterbatasan jumlah penyuluh yang saat ini harus membina 2–3 KTH dari total sekitar 27.000 kelompok di seluruh Indonesia.
“Kita tidak hanya berbicara soal hutan, tetapi juga masa depan ekologi dan ekonomi masyarakat. SDM kehutanan juga perlu menjadi prioritas utama,” ujar Ellen dalam keterangan resmi.

Ia mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan di wilayah Bogor dan Jawa Barat, namun juga menyoroti sejumlah persoalan sistemik yang perlu segera dibenahi.
Di antaranya adalah stagnasi kelembagaan KTH, rendahnya kualitas SDM, minimnya minat generasi muda terhadap sektor kehutanan, keterbatasan akses permodalan, sempitnya akses pasar, hingga menurunnya produktivitas hasil hutan.
“Inovasi adalah kunci. Kita harus berani mengubah pendekatan lama menjadi lebih modern, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan pengelolaan hutan Indonesia dapat semakin berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Laporan: Muhammad Rafik
( sumber : kedaipena.com )




