Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, meminta pemerintah mempersiapkan bauran energi yang lebih konstruktif dan berimbang di tengah melonjaknya kenaikan harga minyak dunia imbas perang Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS) hingga penutupan Selat Hormuz.
Hal tersebut disampaikan Herman Khaeron menanggapi kenaikan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia imbas perang Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS) hingga penutupan Selat Hormuz.
“Tentu tujuan menuju bauran energi yang lebih konstruktif dan berimbang di mana Indonesia kaya dengan energi baru terbarukan, apakah itu geothermal, solar cell, kemudian air, angin, arus laut. Ini harus segera diwujudkan secara bertahap dan tentu untuk bisa mengurangi terhadap ketegantungan impor minyak yang berbasiskan fosil,” jelas Kang Hero sapaanya seusai menghadiri Acara 1 Dekade Kedai Pena Menatap Optimisme di Tengah Ancaman Geopolitik, di Perbanas Institute, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Tak hanya itu, Kang Hero juga mendorong, pemerintah untuk mulai beralih kepada biodiesel yang berbasis sawit guna mengantisipasi lonjakan kenaikan harga minyak dunia. Kang Hero mengingatkan, sebagai produsen sawit terbesar di dunia pengalihan kepada biodiesel merupakan cara untuk mewujudkan swasembada energi.

“Dan bahkan saya kira kita harus beralih kepada biodiesel yang basis adalah sawit, di mana kita adalah sebagai produsen sawit terbesar dan sebagian besar itulah yang sesungguhnya kita bisa menuju kepada swasembada energi,” imbuh Kang Hero.
Selain Energi Pemerintah Harus Capai Swasembada Pangan
Selain sektor energi, Kang Hero, mengingatkan, pentingnya mewujudkan swasembada pangan dan air di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan akibat gejolak di Timur Tengah saat ini.
“Tentu kita harus ada swasembada pangan, ada swasembada air. Ini saya kira hal-hal yang harus diseriusi, dikalkulasi. Terutama tentu dengan target-target pemerintah untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi,” beber Kang Hero.
Dengan demikian, Sekjen Partai Demokrat ini menegaskan, pentingnya kekompakan, kesolidan dan sikap bersungguh-sungguh dari semua pihak dalam membantu Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan segala bentuk swasembada tersebut.
“Saya kira ini harus dibicarakan secara sungguh-sungguh dan kita harus kompak, solid, bantu pemerintah, bantu Presiden Prabowo Subianto untuk mencari solusi terbaik bagi bangsa dan negara. Semua ini adalah meletakkan semua kepentingan pribadi, kepentingan golongan untuk kepentingan negara dan kepentingan rakyat,” pungkasnya.
( sumber : kedaipena.com )




