
Langkah H. Iman Adinugraha menyusuri jalan setapak dan gang-gang sempit Palabuhanratu pagi itu, bukan sekadar hanya kunjungan kerja. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat tersebut berjalan pelan, menyapa satu per satu warga yang ditemuinya, menebar senyum, berjabat tangan, dan sesekali berhenti berbincang. Suasana terasa hangat, seolah tak ada jarak antara wakil rakyat dan masyarakatnya.
Kunjungan Kang Iman kali ini terasa lebih personal. Di tengah agenda bertema Kang Iman Ulin Mapay Lembur, ia singgah ke sebuah rumah sederhana di Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, pada Senin (29/12).
Rumah itu milik Kang Jotet Sutayansa, sahabat lama yang pernah duduk sebangku dengannya semasa SMP dulu. Begitu tiba, nostalgia langsung mengalir.
Kang Iman dan Kang Jotet larut dalam obrolan kenangan masa remaja, tentang sekolah, persahabatan, dan perjalanan hidup yang membawa mereka ke jalan masing-masing. Namun di balik tawa, Kang Iman tidak bisa menyembunyikan keprihatinannya saat melihat kondisi rumah sang sahabat.
Rumah Kang Jotet diketahui kerap menjadi langganan banjir. Setiap kali air meluap, satu-satunya pintu masuk terendam, membuat rumah tak lagi layak huni. Minim penerangan dan instalasi listrik yang rawan semakin memperparah kondisi saat banjir datang.
“Kang Jotet itu teman SMP, satu kelas. Tadi saya berkunjung ke rumahnya, ternyata rumahnya sering kebanjiran. Kalau banjir satu pintu tertutup air, sudah tidak layak, tidak ada penerangan, tidak ada lampu. Sudah tidak bisa apa-apa,” tutur Kang Iman dengan nada prihatin.
Di hadapan Kang Jotet dan keluarganya, Kang Iman menyampaikan kepeduliannya. Ia mengaku tengah memikirkan solusi terbaik agar rumah tersebut kembali layak dan aman untuk ditinggali.
“Sedang kami pikirkan. Mudah-mudahan bisa kami support,” ujarnya.
Tak berhenti pada wacana, Kang Iman memastikan rencana nyata. Bahkan rumah Kang Jotet direncanakan akan dibongkar total dan dibangun ulang menggunakan dana pribadi sebagai bentuk kepedulian dan ikatan persahabatan yang tak lekang oleh waktu.
"Insyaallah rumah ini akan kami bongkar dan bangun ulang. Ini bentuk kepedulian dan ikhtiar kecil saya. Mudah-mudahan bisa memberi rasa aman dan kenyamanan bagi Kang Jotet dan keluarganya," papar Kang Iman.
Bagi Kang Iman, Ulin Mapay Lembur bukan sekadar agenda menyapa konstituen. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang untuk mendengar, melihat langsung, dan merasakan denyut kehidupan warga, termasuk mereka yang kerap luput dari sorotan.
Di Kampung Gumelar hari itu, kunjungan seorang anggota DPR RI menjelma menjadi kisah tentang persahabatan lama, empati, dan harapan baru.
Sebuah pengingat bahwa kepedulian kadang bermula dari kenangan sederhana, lalu tumbuh menjadi aksi nyata untuk sesama. (ris).
( sumber : radarjabar.com )




