
Anggota Komisi IV DPR RI Ellen Esther Pelealu memberikan apresiasi sekaligus desakan tegas saat kunjungan kerja reses ke tambak budidaya ikan di Manyar dan PT Garam Industri Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Dalam pernyataannya, Ellen menyoroti realisasi pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan air tawar yang kembali terrealisasi setelah "hilang" bertahun-tahun, tapi was-was kuota hanya tersedia bagi yang duluan menebus.
"Tentu apresiasi buat PT Pupuk Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sudah mendengar aspirasi kami di Komisi IV. Pupuk subsidi untuk perikanan darat ini sudah turun 290 ribu ton untuk nasional, termasuk 9 ribu ton untuk Jatim dan Gresik," ujar Ellen, Senin (23/2).
Namun, ia menekankan agar distributor di bawah PT Pupuk Indonesia dan KKP agar memantau ketat distribusi.
"Jangan sampai yang duluan tebus kebagian semua, sementara penambak yang telat karena menunggu bayar ikan atau urusan lain kehilangan kuota. Pastikan stok masih ada minggu depan!", tegas Ellen.
Kunjungan reses Komisi IV ini fokus meninjau implementasi penyaluran pupuk bersubsidi langsung bersama pembudidaya ikan, sekaligus diskusi di PT Garam Industri Manyar untuk dorong peningkatan produksi, awasi penyerapan garam rakyat, dan modernisasi teknologi.
Ellen juga mendukung pemantauan harga ikan terus dilakukan oleh KKP agar petambak tidak merugi.
"Harga ikan kadang terlihat tinggi, tapi di lapangan seperti saat kunjungan ke Sleman, musim panen justru harga ikan anjlok sehingga penambak rugi. KKP harus perhatikan supaya produksi melimpah yang berujung kesejahteraan petambak", tutupnya.
( sumber : fpd-dpr.com )




