
Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari meyakini Kota Surabaya segera terbebas dari stunting.
Harapan Lucy itu beralasan karena saat ini prevalensi stunting di Surabaya hanya 1,7 persen. Angka ini menjadikan Surabaya terbaik dalam penanganan stunting di Indonesia.
Bagi Lucy, zero stunting di Surabaya menjadi obsesi utamanya.
Lucy berharap, Surabaya nantinya yang pertama menjadi zero stunting di Indonesia.
Untuk itu, Lucy secara rutin membagikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) untuk balita dan ibu hamil di Surabaya. Hal ini sudah dilakukannya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Menurut Lucy, MPASI bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi bayi yang sudah tidak tercukupi oleh ASI saja setelah usia 6 bulan, mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif, mencegah stunting, dan melatih pola makan sehat.
Untuk itu, Lucy tanpa lelah blusukan ke posyandu di Surabaya.
Lucy menyapa dan memotivasi ibu-ibu hamil dan ibu-ibu yang memiliki balita untuk bersama-bersama menekan stunting.
Selain menyerahkan MPASI setiap berkunjung ke Posyandu, Ning Surabaya tahun 1986 ini juga mendengarkan harapan-harapan para ibu-ibu di Surabaya.
Dari ragam masukan itulah, Lucy membulatkan tekad untuk terus menerus membagikan MPASI guna menambah gizi ibu hamil dan balita.
Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini, tambahan gizi melalui MPASI dapat membantu penurunan stunting di Surabaya lebih cepat dari daerah lain.
Bahkan Lucy, meyakini tak lama lagi Surabaya akan masuk zero stunting.
Keyakinan itu, lanjut Lucy, juga karena didukung Kader Surabaya Hebat (KSH), yang dibentuk Pemkot Surabaya. PSH menjadi pelayan masyarakat Surabaya dalam bidang kesehatan, sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, Lucy mengapresiasi KSH yang sudah bekerja dengan hati hingga prevalensi stunting turun secara signifikan di Surabaya.
Kerja keras PSH membuat Lucy optimis zero stunting di Surabaya tinggal menunggu waktu saja.
KSH dapat bergerak maju dan terkoordinir dengan baik berkat kebijakan Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji dalam penanganan stunting.
Hal ini juga didukung penuh Ketua Penggerak PKK Surabaya Rini Indriyani yang turun langsung dengan program inovatif dalam penanganan stunting.
Menurut Lucy, dengan program inovatif, pemberdayaan masyarakat yang intens, dan pembagian MPASI secara kontiniu, Surabaya akan segera masuk zero stunting.
“Dengan begitu, semoga Surabaya akan segera menjadi percontohan dalam penanganan stunting di Indonesia,” pungkas Lucy Kurniasari. (Daniel)
( sumber : jakartanews.id )




