Warga Toraja Tertipu Rp581 Juta, Frederik Kalalembang Turun Tangan Hingga Pelaku Langsung Ditangkap

Senin, 29 Desember 2025 21:18

Kasus penipuan bermodus mengaku sebagai rekanan Kementerian Pertanian (Kementan) kembali memakan korban di Toraja Utara. Modus ini disebut bukan kali pertama terjadi dan telah merugikan banyak warga dengan pola yang sama, korban diyakinkan tanpa pernah melihat proyek secara nyata, lalu diminta langsung mentransfer uang. Dalam kasus terbaru ini, total kerugian mencapai Rp581 juta, dengan korban berinisial PR, SA, dan MA.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang yang menerima aduan masyarakat terkait kasus yang menimpa warga Toraja ini langsung bergerak cepat. Kasus seperti ini sudah sering kali terjadi sehingga harus cepat ditangani dan ditangkap pelakunya.

Tanpa menunggu lama, Frederik Kalalembang langsung berkoordinasi dengan Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono dan meminta agar pelaku segera dikejar dan ditangkap, mengingat pola penipuan serupa telah berulang kali terjadi dan meresahkan masyarakat.

“Begitu laporan masuk ke saya, saya langsung sampaikan ke Kapolres Toraja Utara untuk segera bergerak. Tidak boleh ditunda, karena modus seperti ini sudah sering terjadi dan korbannya tidak sedikit,” tegas Frederik.

Tidak butuh waktu yang lama, pihak Polres Toraja Utara pun melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Pelaku bernama Marni akhirnya berhasil ditangkap di Jakarta dan langsung dibawa ke sel tahanan Polres Toraja Utara untuk proses lebih lanjut.

Pelaku penipuan bernama Marni saat diperiksa penyidik Polres Toraja Utara.

 

Untuk diketahui aksi pelaku menggunakan skema yang sama, mengaku memiliki akses proyek kementerian, menjanjikan keuntungan, lalu meminta uang ditransfer bertahap. Dalam kasus ini, korban mentransfer dana mulai dari Rp81 juta, kemudian Rp150 juta, hingga Rp200 juta, dengan janji proyek akan berjalan hingga total Rp581 juta. Namun proyek tak pernah ada, sementara uang korban tak kembali.

Modus Sudah Sering Terjadi

Frederik Kalalembang kembali menjelaskan bahwa modus ini sudah sering kali terjadi. Dan yang memprihatinkan, banyak korban langsung percaya tanpa verifikasi, bahkan tanpa pernah melihat proyek atau bertemu pihak kementerian. “Ini modus yang berulang. Korban tidak bertemu, tidak ada dokumen resmi, tapi langsung percaya dan transfer. Ini harus dihentikan,” ujarnya.

Frederik kembali mengingatkan masyarakat di mana pun berada, agar tidak mudah tergiur iming-iming proyek atau janji cepat kaya. Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya berulang kali tanpa lelah mengimbau kewaspadaan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, terkait modus-modus penipun yang sering terjadi.

( sumber : lintasterkini.com )


Berita Lainnya

Nasional

Soroti Penguatan SDM Kehutanan, Ellen Esther Dorong Inovasi Digital dan Kewirausahaan Sektor Hutan

Nasional

Bahas Harga Energi Bergejolak di GREAT Institute, Sartono: Ketahanan Energi Kunci Selamatkan Daya Beli Rakyat

Nasional

Kenaikan Harga Minyak Dunia, Sekjen Demokrat: Persiapkan Bauran Energi yang Lebih Konstruktif dan Berimbang

Nasional

Prajurit TNI di UNIFIL Gugur, Pimpinan Komisi I Dukung Langkah Kemlu Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat

Nasional

Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo Tegaskan: Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon Harus Dijaga, Serangan Israel Adalah Kejahatan Perang

Nasional

Soal Kapal RI di Selat Hormuz, Waka Komisi I DPR Dorong Diplomasi Total dan Optimalisasi Forum Multilateral

Nasional

Sartono Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Stabilitas Harga BBM dan Keberlanjutan Fiskal

Nasional

Ellen Pelealu Apresiasi Peternak Ayam Petelur di Poso Pesisir

Berita: Nasional - Soroti Penguatan SDM Kehutanan, Ellen Esther Dorong Inovasi Digital dan Kewirausahaan Sektor Hutan •  Nasional - Bahas Harga Energi Bergejolak di GREAT Institute, Sartono: Ketahanan Energi Kunci Selamatkan Daya Beli Rakyat •  Nasional - Kenaikan Harga Minyak Dunia, Sekjen Demokrat: Persiapkan Bauran Energi yang Lebih Konstruktif dan Berimbang •  Nasional - Prajurit TNI di UNIFIL Gugur, Pimpinan Komisi I Dukung Langkah Kemlu Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat •  Nasional - Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo Tegaskan: Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon Harus Dijaga, Serangan Israel Adalah Kejahatan Perang •  Nasional - Soal Kapal RI di Selat Hormuz, Waka Komisi I DPR Dorong Diplomasi Total dan Optimalisasi Forum Multilateral •  Nasional - Sartono Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Stabilitas Harga BBM dan Keberlanjutan Fiskal •  Nasional - Ellen Pelealu Apresiasi Peternak Ayam Petelur di Poso Pesisir •