.jpg)
Kementerian Sosial (Kemensos) belum lama ini melakukan serah terima bantuan Program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara). Program tersebut merupakan Aspirasi dari Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA., M.Sc yang di salurkan melalui Kemensos di Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (25/12/2022) lalu.
Program PENA berupaya untuk melepaskan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial. Program ini juga bertujuan untuk melakukan pemberdayaan sosial dengan meningkatkan kemandirian sosial ekonomi fakir miskin, kelompok rentan dan orang tidak mampu.
Melalui program ini, KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang berada di usia produktif diharapkan secara sukarela mau melepaskan diri dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. Tentunya, pemerintah akan memberikan kompensasi berupa dukungan penguatan usaha di bidang kerajinan, jasa, makanan, pertanian ataupun peternakan.
Latifah Ningrum, Petugas dari Kemensos yang didampingi oleh Hastin Atas Asih selaku Petugas Sentra Nusa Tenggara Barat menyebutkan, bahwa Program PENA sebagai salah satu upaya yang dilakukan Kemensos menyikapi besarnya beban keuangan negara yang selama ini diberikan kepada para KPM.
Melalui Program PENA, maka akan tersaring KPM yang benar-benar membutuhkan Bansos dengan yang tidak. Sejalan dengan itu, maka diharapkan terjadinya peningkatan pendapatan KPM melalui usaha berkelanjutan hingga mewujudkan kemandirian serta memutus rantai kemiskinan.
.jpg)
Program PENA menawarkan dukungan penguatan usaha serta penguatan produksi dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 6.000.000 per KPM. Teknis penyaluran bantuan PENA juga dijelaskan secara detail oleh Latifah Ningrum. Dimana, bahwa KPM menerima bantuan dalam bentuk barang sesuai dengan juknis dari Kemensos.
“Mengingat waktu yang sangat mepet dan cuaca yang ekstrim membuat pembelian dan pendistribusian barang juga secara bertahap. Mengingat juga kebutuhan dan usulan KPM berbeda-beda,” ungkap Latifah.
Tim yang mendampingi program PENA, Dr. Ir. H. Nanang Samodra menitipkan salam takzim dan mengapresiasi program PENA. Mereka berharap agar program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar KPM yang menerima bantuan semakin terjangkau luas. Nanang Samodra juga berpesan kepada KPM supaya bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin supaya bisa mengangkat perekonomian keluarga.
Ucapan terimakasih kepada Dr. Ir. H. Nanang Samodara KA., M.Sc, Kementrian Sosial RI dan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah disampaikan Mis Mardiana, M.Pd, Perwakilan KPM Desa Marong, Kecamatan Praya Timur.
Disampaikannya, rata-rata KPM ini memiliki usaha sembako dan setelah diberikan edukasi mereka siap untuk menjadi pahlawan ekonomi melalui Program PENA. Saat ini, jumlah calon penerima Program PENA di Desa Marong sebanyak 40 KPM dan baru tersebar di 10 Dusun.
“Harapan ke depannya, jumlah semakin banyak dan menjangkau seluruh wilayah Desa Marong,” ungkap pria yang juga tokoh pemuda Desa Marong kepada Tatrapost.com, Minggu (25/12) lalu.
Harapan serupa juga disampaikan Ari Sabarudin, S.Pd, Ketua Karang Taruna Desa Marong yang juga mendampingi Program PENA. Katanya, Karang Taruna juga diharapkan diberikan kesempatan untuk mengusulkan calon peserta Program PENA. Nama-nama tersebut kemudian dijadikan pertimbangan, mengingat keberadaan Karang Taruna sebagai petugas sosial yang bersentuhan langsung dengan para KPM.
“Kami berharap Karang Taruna bisa dilibatkan dalam program ini,” pungkasnya. (TP-01)
( sumber : tatrapost.com )




